Masyarakat Kecam Kerusuhan saat May Day di Bandung, Terjadi Berulang dan Terkesan Ada Pembiaran
Pernyataan Sikap KMS Kota Bandung:
Sehubungan dengan pembakaran, perusakan dan fakta di lapangan, kami Koalisi Masyarakat Sipil Kota Bandung menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam Keras Tindakan Anarkis Berulang
Kejadian pembakaran pos polisi dan pengrusakan fasilitas umum pada aksi May Day 2026 bukan kali pertama. Pola, pelaku, dan rombongan yang terlibat berulang kali sama.
Ini menunjukkan ada pembiaran dan lemahnya pencegahan. Kota Bandung tidak boleh jadi langganan kerusuhan.
2. Perusakan Fasilitas Umum adalah Kejahatan terhadap Warga
Tindakan membakar, merusak fasum, serta memblokade jalan telah menghambat aktivitas warga, merugikan ekonomi, dan mengancam keselamatan jiwa.
Fasilitas umum dibangun dari pajak rakyat. Merusaknya sama dengan menyakiti warga Bandung sendiri.
3. Menolak Narasi Kesukuan yang Memecah Belah
Kami menyayangkan munculnya pernyataan bernuansa kesukuan dalam rangkaian aksi tersebut. Isu kesukuan tidak boleh dijadikan alat provokasi. Bandung adalah rumah bersama yang menjunjung keberagaman.
4. Mendesak Konsistensi Penegakan Hukum
Kami mempertanyakan sikap diam berbagai pihak ketika daerah dirusak. Jangan sampai ada standard ganda: tegas pada satu kasus, tapi diam pada kasus lain. Keamanan dan ketertiban adalah hak seluruh warga tanpa tebang pilih.
5. Jangan Biarkan Kejadian Mudah Dilupakan
Pola kerusuhan yang terjadi lalu hilang dari perhatian publik hanya akan melanggengkan impunitas.
Kami menuntut transparansi proses hukum dan update berkala kepada masyarakat.
6. Tuntutan Kepada Aparat Kepolisian
a. Usut tuntas seluruh pelaku pembakaran pos polisi dan pengrusakan fasum, termasuk aktor intelektualnya.
b. Lakukan penangkapan sesuai bukti hukum, bukan tebang pilih.
c. Pastikan ada efek jera melalui proses hukum yang adil dan terbuka, agar tidak terulang di aksi-aksi berikutnya.
d. Jaga keamanan Bandung dengan pendekatan preventif, bukan hanya represif setelah kejadian.
7. Seruan untuk Menjaga Bandung
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, buruh, mahasiswa, dan aparat untuk menjaga Bandung tetap aman dan kondusif.
Kebebasan menyampaikan pendapat dijamin konstitusi, tapi tidak boleh menabrak hak warga lain untuk rasa aman.
Editor : Abdul Basir