get app
inews
Aa Text
Read Next : Gak Perlu Bingung Lagi! Ini Rekomendasi Tempat Cari Kado di Bandung yang Bisa Custom Sendiri

Masyarakat Kecam Kerusuhan saat May Day di Bandung, Terjadi Berulang dan Terkesan Ada Pembiaran

Senin, 04 Mei 2026 | 06:51 WIB
header img
Kelompok berpakaian hitam melawan aparat keamanan dan merusak fasilitas umum saat May Day 2026 di Bandung. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Kota Bandung mengecam keras aksi anarkistis kelompok berpakaian hitam saat May Day 2026, Jumat (1/5/2026).

Yang sangat disayangkan, perusakan fasilitas umum (fasum) oleh para pelaku terjadi berulang. Terkesan ada pembiaran terhadap aksi brutal para pelaku.

Ketua Koalisi Masyarakat Sipil Kota Bandung Iwan Suhermawan mengatakan, perusakan terhadap fasilitas umum, merupakan kejahatan terhadap warga.

Iwan mengatakan, tindakan membakar, merusak fasum, dan memblokade jalan, menghambat aktivitas warga, merugikan ekonomi, dan mengancam keselamatan jiwa.

"Fasilitas umum dibangun dari pajak rakyat. Merusaknya sama dengan menyakiti warga Bandung," kata Iwan, Minggu (3/5/2026). 

Iwan menyatakan, KMS Kota Bandung mempertanyakan sikap diam berbagai pihak ketika daerah dirusak. 

Selain itu, KMS Kota Bandung juga mendesak penegak hukum menindak tegas para pelaku. 

"Jangan sampai ada standard ganda, tegas pada satu kasus, tapi diam pada kasus lain. Keamanan dan ketertiban adalah hak seluruh warga tanpa tebang pilih," ujarnya.

Iwan menuturkan, usut tuntas seluruh pelaku pembakaran pos polisi dan perusakan fasum, termasuk aktor intelektualnya.  

Tangkap para pelaku sesuai bukti hukum, bukan tebang pilih. Pastikan ada efek jera melalui proses hukum adil dan terbuka agar tidak terulang di aksi-aksi berikutnya.  

"Jaga keamanan Bandung dengan pendekatan preventif, bukan hanya represif setelah kejadian," tutur Iwan.

Pernyataan Sikap KMS Kota Bandung:

Sehubungan dengan pembakaran, perusakan dan fakta di lapangan, kami Koalisi Masyarakat Sipil Kota Bandung menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam Keras Tindakan Anarkis Berulang  

Kejadian pembakaran pos polisi dan pengrusakan fasilitas umum pada aksi May Day 2026 bukan kali pertama. Pola, pelaku, dan rombongan yang terlibat berulang kali sama. 

Ini menunjukkan ada pembiaran dan lemahnya pencegahan. Kota Bandung tidak boleh jadi langganan kerusuhan.

2. Perusakan Fasilitas Umum adalah Kejahatan terhadap Warga  

Tindakan membakar, merusak fasum, serta memblokade jalan telah menghambat aktivitas warga, merugikan ekonomi, dan mengancam keselamatan jiwa. 

Fasilitas umum dibangun dari pajak rakyat. Merusaknya sama dengan menyakiti warga Bandung sendiri.

3. Menolak Narasi Kesukuan yang Memecah Belah  

Kami menyayangkan munculnya pernyataan bernuansa kesukuan dalam rangkaian aksi tersebut. Isu kesukuan tidak boleh dijadikan alat provokasi. Bandung adalah rumah bersama yang menjunjung keberagaman.

4. Mendesak Konsistensi Penegakan Hukum  

Kami mempertanyakan sikap diam berbagai pihak ketika daerah dirusak. Jangan sampai ada standard ganda: tegas pada satu kasus, tapi diam pada kasus lain. Keamanan dan ketertiban adalah hak seluruh warga tanpa tebang pilih.

5. Jangan Biarkan Kejadian Mudah Dilupakan  

Pola kerusuhan yang terjadi lalu hilang dari perhatian publik hanya akan melanggengkan impunitas. 

Kami menuntut transparansi proses hukum dan update berkala kepada masyarakat.

6. Tuntutan Kepada Aparat Kepolisian  

a. Usut tuntas seluruh pelaku pembakaran pos polisi dan pengrusakan fasum, termasuk aktor intelektualnya.  

b. Lakukan penangkapan sesuai bukti hukum, bukan tebang pilih.  

c. Pastikan ada efek jera melalui proses hukum yang adil dan terbuka, agar tidak terulang di aksi-aksi berikutnya.  

d. Jaga keamanan Bandung dengan pendekatan preventif, bukan hanya represif setelah kejadian.

7. Seruan untuk Menjaga Bandung  

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, buruh, mahasiswa, dan aparat untuk menjaga Bandung tetap aman dan kondusif. 

Kebebasan menyampaikan pendapat dijamin konstitusi, tapi tidak boleh menabrak hak warga lain untuk rasa aman.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut