Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Bongkar Pola Proyek DLH Jabar: Dari Rantai Vendor Berlapis Hingga Inefisiensi Anggaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 09:36 WIB
  • author Aga Gustiana
Bongkar Pola Proyek DLH Jabar: Dari Rantai Vendor Berlapis Hingga Inefisiensi Anggaran
Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus. (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat tengah menjadi sorotan setelah muncul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kelemahan sistemik dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa. Sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah disebut menunjukkan pola permasalahan yang berulang.

Beberapa proyek yang disorot antara lain optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Sarimukti senilai Rp9 miliar, pengadaan aktivator leachate Rp6,4 miliar, perbaikan tanggul Rp5 miliar, hingga pengadaan suku cadang alat berat sekitar Rp1,2 miliar. Seluruh proyek tersebut diduga memiliki pola serupa, yakni lemahnya pengawasan dan struktur vendor yang berlapis.

BPK Temukan Pola Berulang di Proyek DLH Jabar

Dalam pemeriksaan tahun 2026, BPK disebut memulai analisis dari proyek pengadaan suku cadang alat berat senilai Rp1,2 miliar. Dari titik tersebut, temuan kemudian berkembang dan mengarah pada proyek lain dengan nilai lebih besar.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menilai kondisi ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menunjukkan masalah pada tata kelola yang lebih dalam.

Menurutnya, ukuran kegagalan tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, tetapi dari bagaimana sistem pengendalian internal bekerja dalam seluruh proses pengadaan.

“Masalah utama bukan pada nilai proyek, tetapi pada panjangnya rantai transaksi dan lemahnya kontrol internal,” ujar Iskandar, Senin (4/5/2026).

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut