get app
inews
Aa Text
Read Next : Penunggak Pajak Kendaraan Tinggi Sebabkan PAD Tak Maksimal, Pemda KBB Gencar Razia

Unjani Kukuhkan 199 Apoteker Baru, Siap Perkuat Layanan Kesehatan di Indonesia

Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:47 WIB
header img
Kehadiran 199 apoteker baru Unjani Cimahi yang diambil sumpah janjinya diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dari para tenaga profesional di berbagai daerah di Indonesia. (Foto: Istimewa).

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Sebanyak 199 apoteker baru Universitas Jenderal Achmad Yani lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia.

Prosesi Pengucapan Lafal Sumpah/Janji Apoteker Periode Mei 2026 ini, semakin menegaskan komitmen Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi dalam mencetak tenaga kesehatan profesional.

Berdasarkan data Fakultas Farmasi Unjani, ada sebanyak 203 mahasiswa mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI) yang digelar pada 1 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, 199 mahasiswa dinyatakan lulus, sementara empat mahasiswa belum berhasil. Mayoritas lulusan berasal dari angkatan XXXIX sebanyak 196 mahasiswa. Sisanya berasal dari angkatan XXXI, XXXVI, dan XXXVII.

Dari total lulusan, 127 mahasiswa meraih predikat cumlaude, 65 predikat “Sangat Memuaskan”, 6 predikat “Memuaskan”, dan 1 tanpa predikat.

Fakultas Farmasi Unjani juga mencatat capaian akademik yang membanggakan dengan IPK rata-rata lulusan mencapai 3,80. Adapun IPK tertinggi berada pada angka sempurna 4,00, sedangkan IPK terendah tercatat 3,38.

Sejumlah mahasiswa juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam pelaksanaan UKMPPAI. Predikat lulusan terbaik diraih oleh Restu Septya Arimbi. Sementara nilai UKMPPAI CBT tertinggi diraih Arizal Nurhakim dan nilai UKMPPAI OSCE tertinggi diraih Anti Frestika Ade.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktik yang siap diterapkan di dunia kerja.

Hal ini menjadi modal penting bagi para apoteker baru untuk berkiprah di rumah sakit, apotek, industri farmasi, laboratorium, maupun bidang penelitian kesehatan.

Pada sambutannya, Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo menegaskan, profesi apoteker memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Profesi apoteker bukan hanya tentang obat, tetapi juga tentang tanggung jawab kemanusiaan. Lulusan Unjani diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap menjunjung tinggi etika pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi di tengah perkembangan sistem kesehatan yang semakin dinamis.

Menurutnya, apoteker masa kini dituntut tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan empati dalam memberikan pelayanan.

Sambutan juga disampaikan pihak Kolegium Farmasi Indonesia yang diwakili Prof. Dr. apt. Ida Musfiroh. Dalam pesannya, lulusan apoteker diingatkan untuk terus menjaga profesionalisme, etika, dan kualitas pelayanan di tengah perkembangan dunia farmasi.

Ia menegaskan, apoteker memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, terutama dalam memastikan keamanan, efektivitas, dan ketepatan penggunaan obat bagi masyarakat.

Selain sambutan akademik, prosesi sumpah profesi turut diisi orasi ilmiah yang disampaikan Dr. apt. Hestiary Ratih. Ia menyoroti tantangan dunia farmasi modern yang terus berkembang seiring transformasi layanan kesehatan digital.

“Apoteker masa depan harus mampu menjadi educator, collaborator, dan innovator. Keilmuan farmasi harus terus berkembang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi kesehatan,” ungkapnya.

Orasi ilmiah tersebut menegaskan bahwa peran apoteker saat ini semakin luas. Tidak hanya bertugas menyiapkan dan mendistribusikan obat, apoteker juga berperan penting dalam edukasi pasien, pengawasan terapi obat, hingga peningkatan keselamatan pasien.

Karena itu, lulusan profesi apoteker dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kompetensi klinis, kemampuan literasi digital, serta pemahaman regulasi kesehatan menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh tenaga farmasi masa kini.

Fakultas Farmasi Unjani terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, penguatan praktik klinis, serta kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan.

Pendekatan pendidikan yang mengedepankan profesionalisme dan nilai humanis menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Farmasi Unjani mampu bersaing secara nasional dan memiliki kualitas kompetensi yang unggul. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut