Harapan PB Lemkari Terhadap Tata Kelola Organisasi dalam Kejurnas Forki 2026
BANDUNG, iNewsBandungraya.id - Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) memberikan catatan khusus terkait pelaksanaan Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB Forki IV 2026 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.
PB Lemkari menyayangkan adanya kendala administratif yang dinilai berdampak pada partisipasi sejumlah atlet dalam ajang bergengsi tersebut.
Pihak PB Lemkari di bawah kepemimpinan Ketua Umum Sahbirin Noor menekankan bahwa prioritas utama dalam dunia karate seharusnya tetap pada pembinaan atlet.
Mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam karena dinamika internal organisasi berdampak langsung pada puluhan atlet dari berbagai daerah yang sudah tiba di Bandung namun terkendala untuk bertanding.
Dalam keterangan resminya, PB Lemkari berharap agar masa depan atlet tidak terganggu oleh urusan kebijakan organisasi, karena karate merupakan sarana pengabdian bagi bangsa yang harus menjunjung tinggi sportivitas serta keadilan.
Menurut penjelasan PB Lemkari, kendala bermula saat proses pendaftaran daring di mana pihak mereka mengaku tidak dapat mengakses sistem karena adanya pihak lain yang menggunakan identitas organisasi Lemkari dalam proses verifikasi.
Persoalan ini mencakup kendala teknis akses pendaftaran, penggunaan atribut organisasi yang telah terdaftar resmi di Kemenkumham oleh pihak yang dianggap tidak berwenang, serta perlunya transparansi tata kelola dari PB Forki dalam memverifikasi keabsahan peserta sesuai AD/ART yang berlaku.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para anggotanya, PB Lemkari telah menempuh jalur formal dengan melayangkan surat keberatan serta somasi kepada PB Forki.
Langkah ini diambil guna mencari kejelasan hukum dan mencegah potensi kebingungan di tingkat daerah yang dapat merugikan kredibilitas karate nasional. Selain upaya diplomasi tersebut, laporan resmi juga telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian di Jawa Barat sebagai bagian dari prosedur perlindungan hak organisasi.
PB Lemkari berharap polemik ini dapat segera diselesaikan melalui dialog yang sehat dan penghormatan terhadap aturan hukum demi menjaga martabat karate Indonesia. Sementara itu, Kejurnas Karate Piala Ketua Umum PB Forki IV 2026 sendiri tetap berjalan di GOR C-Tra Arena dengan diikuti sekitar 1.200 atlet.
Ajang ini merupakan agenda penting dalam proses seleksi menuju kejuaraan internasional serta persiapan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan Asia di Bali mendatang.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar