Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei 2026, 88 Titik Jadi Penentu Iduladha
Kemenag Tekankan Akurasi dan Transparansi
Kemenag menegaskan bahwa pemantauan hilal dilakukan secara luas agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Arsad Hidayat menyebutkan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari transparansi dalam penentuan kalender hijriah nasional.
“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” jelasnya.
Menuju Penetapan Iduladha 1447 H
Hasil rukyatul hilal di 88 titik tersebut akan menjadi bahan utama dalam sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijah 1447 H.
Keputusan ini nantinya akan berpengaruh langsung pada penetapan Hari Raya Iduladha 1447 H di Indonesia.
Dengan metode kombinasi hisab dan rukyat, pemerintah berharap penetapan kalender Islam dapat semakin seragam, akurat, dan diterima seluruh umat Muslim di Tanah Air.
Editor : Rizal Fadillah