Bikin Riweuh, Warga Jabar Tegas Tolak Brand Sekolah Maung
Gubernur Dedi Mulyadi berdalih bahwa Sekolah Maung adalah benteng terakhir bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengakses sekolah berkualitas negeri.
“Dampaknya ke depan, kalau ini terus-terusan pemerintah provinsi membiarkan, maka nanti yang sekolah di sekolah swasta adalah anak orang kaya, anak pejabat, anak pejabat tinggi, anak anggota DPRD,” tegasnya membela kebijakan tersebut.
Meski tujuannya mulia untuk memutus mata rantai eksklusivitas sekolah swasta, pemilihan nama "Maung" tetap dianggap dipaksakan dan berpotensi menjadi guyonan bagi generasi mendatang.
"Ntar ditanya anak aku pas dia udh gede 'mama alumni sma mana?' 'Mama alumni sma MAUNG' seriusan atuh pak @kdm_jawabarat masih banyak hal2 penting di bandung dan lainnya yg harus diurus drpd ganti nama kaya gini!" keluh netizen lainnya, menutup gelombang protes yang hingga kini masih membanjiri lini masa.
Editor : Agung Bakti Sarasa