get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukan Sekadar Teknis, Nurul Arifin Sebut Sampah Bandung Adalah Masalah Sistemik

Gandeng Kementerian LH, Gerakan Pager Saguling Siap Jinakkan Krisis Ekologis Citarum

Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:53 WIB
header img
Gerakan masyarakat sipil baru bernama Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (Pager Saguling). (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sebuah kekuatan baru dari elemen masyarakat sipil resmi lahir dengan nama Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (Pager Saguling). Gerakan ini menyatakan kesiapannya untuk berdiri sebagai mitra strategis pemerintah, terutama Kementerian Lingkungan Hidup, demi memulihkan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum serta area Waduk Saguling yang kian kritis.

Komitmen tersebut dikukuhkan melalui pembacaan naskah deklarasi di sebuah pendopo terbuka di pesisir Waduk Saguling pada Rabu (20/5/2026), sebuah momentum yang sengaja dipilih bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Salah satu inisiator sekaligus konseptor gerakan, Haris Bunyamin, menjelaskan bahwa Pager Saguling dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor, bukan sebuah lembaga formal yang kaku. Selain Haris, tonggak awal pergerakan ini juga dimotori oleh empat tokoh lainnya, yakni Vega Karwanda, Henda Suwenda, Kustiwa Kartaria, dan Ustadz Hedar Suhendar.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir memberikan dukungan, di antaranya Guru Besar FDK UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Asep Saeful Muhtadi, Dr. Kun-Kunrat, Drs. H. Agus Ishak, Ketua KORMI Jabar Ir. Denda, serta pejuang lingkungan Jawa Barat Eyang Memet (Memet Ahmad Surahman). Hadir pula Dr. Endang, SH., MH., serta perwakilan Pusat Peran Serta Masyarakat (PPM) Agus Khazim dan Zaki Zimatillah Z., di hadapan ratusan santri, pemuda, dan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Potret Ironis Waduk Saguling yang Kian Terancam

Lokasi deklarasi ini seolah menjadi alarm nyata bagi para peserta yang hadir. Merujuk pada data terbaru dari PLN Indonesia Power UBP Saguling per Mei 2026, hamparan eceng gondok telah menginvasi permukaan waduk hingga seluas 94 hektare.

Kondisi ini diperparah oleh catatan Kementerian Lingkungan Hidup yang menunjukkan arus sampah masuk ke DAS Citarum menembus angka 200 ton setiap harinya. Penumpukan sedimentasi yang mencapai 4,2 juta meter kubik per tahun kini mengancam masa pakai PLTA Saguling—salah satu infrastruktur vital pemasok listrik untuk wilayah Jawa dan Bali.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut