Penjualan Kendaraan Listrik di Jawa Barat Naik 3,5 Kali Lipat, Ini Faktor Penyebabnya
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Data mencatat, penjualan kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, di Jawa Barat pada 2025, meningkat 3,5 kali lipat dibanding 2024. Peningkatan signifikan itu terjadi disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat kendaraan rendah emisi.
Selain itu, kendaraan listrik juga lebih hemat dibanding yang berbahan bakar fosil. Apalagi saat ini, infrastruktur penunjang, seperti, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah banyak tersedia di hampir semua kota/kabupaten di Jawa Barat.
CEO Indomobil Dealership Group Santiko Wardoyo mengatakan, tren penggunaan kendaraan listrik di Jawa Barat meningkat signifikan.
Selama periode Ramadhan dan Lebaran 2025, kata Santiko, transaksi pengisian daya di SPKLU wilayah Jawa Barat tercatat meningkat lebih dari 400 persen dibandingkan periode sama sebelumnya.
"Penjualan kendaraan listrik di Jawa Barat pun naik 3,5 kali lipat dibanding tahun lalu. Di Bandung juga sama, naik 3 kali lipat. Peningkatan ini terjadi seiring ketersediaan infrastruktur SPKLU," kata Santiko seusai membuka Indomobil Expo Bandung 2026 di Main Atrium 23 Paskal Shopping Center, Kota Bandung.
Pertumbuhan signifikan itu, ujar Santiko, mencerminkan penggunaan kendaraan listrik semakin luas, baik untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota.
"Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia juga terus menunjukkan akselerasi secara nasional. Namun masih jauh di bawah negara lain. Di China, penggunaan kendaraan listrik telah mencapai 40 persen," ujarnya.
Santiko menuturkan, bertepatan dengan INDOMOBIL Expo Bandung 2026, PLN baru saja meresmikan pengoperasian SPKLU ke-5.000 di Indonesia yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik nasional sekaligus memberikan rasa percaya diri yang lebih besar bagi masyarakat untuk mulai beralih ke mobilitas elektrifikasi," tutur Santiko.

Menurut dia, transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga kesiapan ekosistem dan rasa percaya diri konsumen dalam menggunakannya untuk mobilitas sehari-hari.
Karena itu, kata Santiko, Indomobil terus memperkuat dukungan layanan, jaringan dealer, hingga pengalaman kepemilikan kendaraan listrik secara menyeluruh.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas dengan melihat langsung berbagai kemudahan dan manfaat yang kini tersedia.
Target Indomobil terkait penjualan mobil listrik di Jawa Barat tahun, Santiko mengatakan, optimistis meningkat, namun tergantung situasi dan kondisi.
"Target di pameran ini, sebanyak-banyaknya (kendaraan listrik terjual). Karena kondisi, harga minyak naik, dolar naik, dan lain-lain," ujarnya.
"Semaksimal mungkin kami dorong. Karena, di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya penjualan mobil listrik saat gelaran Indomobil Expo 2026 cukup bagus mencapai ratusan unit," tutur Santiko.
Santiko menilai peningkatan minat masyarakat menggunakan kendaraan listrik karena mereka semakin tahu benefitnya. Bahan bakar listrik lebih murah, surat-menyurat lebih murah dan mudah, after sale serta maintenain bagus.
Ditanya tentang pengaruh kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Santiko menjawab singkat, pasti berpengaruh. "Jika harga dolar telah melewati range, mau tidak mau (harga kendaraan listrik) menyesuaikan," ucapnya.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) UID Jabar Martindar Jalu Respati mengatakan, data PLN mencatat, hingga akhir 2025, terdapat lebih dari 300 titik SPKLU tersebar di Jawa Barat.
SPKLU, kata Martindar Jalu Respati, berlokasi strategis, termasuk di Kota Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.
"Di Bandung, terdapat sekitar 27 SPKLU yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat," kata pria yang akrab disapa Jalu itu.
Jalu menjelaskan, kehadiran SPKLU Center PLN di Jalan Soekarno-Hatta (Kota Bandung) turut memperkuat infrastruktur pengisian daya melalui fasilitas fast charging.
"Selain itu, di SPKLU Center tersedia beragam jenis konektor untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik," ujar Jalu.
Ditanya alasan Bandung dipilih sebagai salah satu lokasi pameran, Santiko mengatakan, salah satu kota penting dalam perjalanan elektrifikasi ini.
"Karakter masyarakat Kota Bandung dinamis, kreatif, terbuka, dan adaptif terhadap inovasi dan perkembangan teknologi," ucapnya.
Indomobil Expo Bandung 2026 menjadi upaya Indomobil dalam menyuguhkan pengalaman mobilitas listrik menyeluruh dengan Lebih dekat dan mudah dipahami. "Sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini,” ujar Santiko.
Untuk diketahui, pada penyelenggaraan Indomobil Expo Bandung 2026, Indomobil Group menghadirkan berbagai brand kendaraan listrik, mulai dari Changan, Citroën, GAC AION, Maxus, Volkswagen (VW), hingga Indomobil eMotor untuk kategori roda dua.
Beragam model turut ditampilkan, di antaranya AION V, AION UT, Hyptec HT, Changan Lumin, Changan Deepal S07, Citroën eC3, Maxus MIFA 9, Maxus MIFA 7, Volkswagen ID, Buzz, dan lini Indomobil eMotor.
Kehadiran berbagai pilihan ini memberikan opsi mobilitas lebih luas sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna.
Selama rangkaian pameran, seluruh pengunjung 23 Paskal Shopping Center diajak untuk mencoba langsung pengalaman menggunakan kendaraan listrik melalui sesi test drive dan test ride.
Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk merasakan karakter berkendara kendaraan listrik yang responsif dan senyap, kenyamanan kabin, serta efisiensi energi yang mendukung penggunaan harian.
Editor: Abdul Basir