get app
inews
Aa Text
Read Next : Politisi Muda PKB Hadir di Tengah Warga, Pendidikan dan Kemanusiaan Jadi Prioritas

Kursi Legislatif ke DPRD Jabar Minim, Parpol di KBB Tuntut Skema yang Adil dan Proporsional

Kamis, 04 Juni 2026 | 20:10 WIB
header img
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa, KBB, Asep Dedi. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Keterwakilan kursi legiatif di DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinilai masih minim.

Ini dikarenakan dengan jumlah penduduk yang telah menyentuh angka hampir 1,9 juta jiwa, KBB hanya diwakili oleh empat kursi anggota legislatif dari daerah pemilihan (dapil) KBB.

"Saya melihat jumlah kursi DPRD Jabar dari KBB tidak sebanding dengan jumlah penduduk," kata Ketua DPC Partai Kenangkitan Bangsa (PKB) KBB, Asep Dedi usai pertemuan dengan KPU KBB di Kantor DPC PKB KBB, Kamis (4/6/2026).

Ia menyebutkan, dibandingkan daerah lain yang jumlah penduduknya relatif sama dengan KBB, namun ternyata mendapatkan jatah kursi jauh lebih besar. Sehingga ini harus jadi perhatian dari pemangku kebijakan agar keterwakilan lebih banyak.

Penataan ulang batas dan alokasi dapil merupakan isu strategis yang tidak bisa dianggap sepele lantaran menjadi penentu utama seberapa kuat suara rakyat didengar di tingkat pemerintahan provinsi.

“Kami melihat pembahasan dapil ini sangat krusial. Formula yang disampaikan KPU tentu menarik untuk dikaji, sebagai partai politik juga kami sedang menyusun kajian dan rumusan sendiri agar tercipta skema yang jauh lebih adil dan proporsional bagi seluruh daerah, termasuk Bandung Barat,” ucapnya.

Dirinya juga menyoroti perbandingan yang mencolok dengan Kabupaten Cianjur. Secara jumlah penduduk, kedua wilayah ini tidak memiliki selisih yang jauh, namun alokasi kursi yang diterima sangat berbeda.

Kondisi ini sebagai sebuah ketimpangan yang harus diperbaiki, dan KPU Kabupaten Bandung Barat didesak untuk berani memperjuangkan hal ini ke tingkat yang lebih tinggi, baik ke KPU Provinsi Jawa Barat maupun KPU RI.

Sebab, jika dibiarkan, ketimpangan ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menghambat representasi politik partai yang memiliki basis suara kuat di wilayah ini.

“Dibandingkan dengan Cianjur, penduduknya hampir sama, tapi kuota kursinya beda jauh. Ini disparitas yang nyata dan harus diperjuangkan," sambung Wakil Ketua DPRD KBB ini.

Dalam dua pemilu terakhir, PKB bahkan konsisten berada di lima besar perolehan suara di KBB. Tapi potensi itu belum bisa terakomodir maksimal karena terbatasnya jumlah kursi.

Dengan penduduk hampir dua juta jiwa hanya diwakili empat kursi ke Jawa Barat.

Selain soal keterwakilan politik, Asep juga menyambut baik gagasan pendidikan politik bagi pemilih pemula yang sedang disiapkan DPRD KBB dan direncanakan bergulir mulai tahun 2027 mendatang.

Program yang menyasar pelajar dan generasi muda ini dinilai sangat relevan, mengingat tingginya antusiasme warga KBB dalam menggunakan hak pilihnya harus dibarengi dengan kualitas pemilih yang cerdas dan paham demokrasi.

“Partisipasi pemilih di sini sudah tinggi, tapi kualitas pemahaman politik juga harus terus ditingkatkan. Kami harap DPRD, KPU, Kesbangpol dan seluruh elemen bersinergi mencerdaskan pemilih muda," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut