get app
inews
Aa Text
Read Next : Kunjungi TPA Sarimukti, Pansus XV DPRD Jabar Matangkan Regulasi Pengelolaan Sampah

Skenario TPA Sarimukti Ditutup karena Overload, Pemkot Cimahi Cari Solusi Untuk 250 Ton Sampah

Senin, 08 Juni 2026 | 19:00 WIB
header img
Mengantisipasi penutupan TPA Sarimukti di Cipatat, Bandung Barat, Pemkot Cimahi melakukan berbagai upaya agar produksi sampahnya yang mencapai 250 ton setiap harinya bisa terselesaikan tanpa ketergantungan ke TPA sampah. Foto/Inews Bandung Raya

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Kota Cimahi menjadi salah satu wilayah yang akan terdampak jika TPA Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ditutup.

Pasalnya saat ini kondisi TPA Sarimukti sudah overload dan diprediksi hanya bisa menampung pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya termasuk Kota Cimahi, sampai Oktober 2026.

"Kami menggagas kerja sama dengan akademisi untuk melahirkan terobosan teknologi dan metode pengolahan sampah yang ramah lingkungan," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama menjadi satu-satunya jalan keluar agar masalah sampah yang mendesak ini tidak berubah menjadi bencana lingkungan yang lebih besar.

Salah satunya bersama Pemprov Javar, telah disusun rencana besar untuk wilayah Bandung Raya di setiap kelurahan nantinya akan dilengkapi alat pengolah sampah mandiri berkapasitas 5 hingga 10 ton per hari.

“Pemesanan alatnya sedang diproses, nantinya alat-alat tersebut akan didistribusikan ke setiap kelurahan, termasuk ke Cimahi,” ucapnya.

Sistem ini dinilai sangat efisien. Jika pengolahan dilakukan langsung di tempat timbulan sampah, maka penumpukan sampah di jalanan maupun ketergantungan penuh terhadap TPA (Tempat Pembuangan Sampah) dapat dihilangkan.

Pihaknya juga menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan lima pilar utama, antara lain akademisi, media, pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas masyarakat.

Melalui kerja sama dengan dunia pendidikan, para akademisi dilibatkan secara aktif untuk melakukan penelitian dan merumuskan strategi pengelolaan sampah yang paling efektif, efisien, dan berkelanjutan.

"Harapannya sinergi ini mampu melahirkan solusi nyata yang tidak hanya dirasakan oleh pihak berwenang, tetapi juga dapat dijalankan dan diawasi langsung oleh warga di lingkungannya masing-masing," kata Ngatiyana.

Antisipasi ini dipicu kondisi darurat di lapangan. Berdasarkan data terbaru, TPA Sarimukti tidak lagi dapat menampung sampah dari berbagai daerah penyangga, termasuk Cimahi, hingga bulan Oktober mendatang.

Padahal, setiap harinya Kota Cimahi menghasilkan sekitar 250 ton sampah. Angka yang sangat besar ini menjadi alarm keras bahwa solusi harus segera diterapkan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan baru.

“Insyaa Allah kita akan mencarikan jalan keluar terbaik untuk masalah sampah ini," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut