Selama Momen Iduladha, Dispernakan KBB Temukan 45 Kasus Infestasi Cacing Hati di Hewan Kurban
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Pelaksanaan kurban pada momen Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berlangsung lancar.
Kendati begitu ada beberapa temuan yang menjadi perhatian dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, terkait pemeriksaan hewan kurban. Mulai dari sebelum dan setelah pemotongan.
"Pada pemeriksaan pascapenyembelihan, petugas menemukan 45 kasus kelainan pada organ hati akibat infestasi cacing hati. Temuan tersebut terdiri atas 25 ekor sapi dan 20 ekor domba," terang Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, bagian hati yang mengalami kerusakan langsung dipisahkan dan dimusnahkan, sedangkan bagian yang masih memenuhi standar kesehatan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
"Temuan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan post mortem dalam memastikan daging dan jeroan hewan kurban yang diterima masyarakat tetap aman dan layak konsumsi," kata dia.
Menurutnya pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ante mortem atau sebelum penyembelihan serta post mortem setelah penyembelihan.
Ini bertujuan mendeteksi penyakit menular sejak dini, memastikan umur hewan memenuhi syarat kurban, serta menjamin daging yang dikonsumsi aman.
Pada tahap pemeriksaan ante mortem yang berlangsung pada 11-26 Mei 2026, sebanyak 61 petugas diterjunkan ke 16 kecamatan. Tim tersebut terdiri atas 33 petugas Dispernakan dan 28 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 11.547 ekor hewan kurban diperiksa di 237 lapak penjualan. Jumlah tersebut terdiri dari 6.127 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 5.375 ekor domba, dan 24 ekor kambing.
Dari total hewan yang diperiksa, sebanyak 10.116 ekor dinyatakan sehat dan diberikan label kesehatan oleh petugas.
Dalam pemeriksaan post mortem dilakukan pada 27-30 Mei 2026 atau selama Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik.
Sebanyak 77 petugas diterjunkan, terdiri atas 52 petugas Dispernakan dan 25 mahasiswa kedokteran hewan Unpad.
Pada tahun ini, jumlah hewan yang disembelih mencapai 21.002 ekor, terdiri atas 4.793 sapi, 37 kerbau, 15.077 domba, dan 1.095 kambing. Angka tersebut meningkat 3.485 ekor dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 17.517 ekor.
Selain melakukan pengawasan hewan kurban, lanjut Wiwin, KBB juga menjadi daerah asal dua ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia pada Iduladha tahun ini.
Yakni sapi jenis Limousin berbobot 1,1 ton milik peternak Asep Purkon dari Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong. Sapi tersebut diserahkan ke masjid di lingkungan Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Selain itu, sapi jenis Simental berbobot 1.050 kilogram milik peternak Dede asal Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, disalurkan ke DKM Al Hidayah Yayasan Qohhariyyah di Kecamatan Gununghalu.
"Secara keseluruhan pelaksanaan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem hewan kurban di Bandung Barat berlangsung lancar," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana