get app
inews
Aa Text
Read Next : Megamendung Jadi Surga Konservasi: Pohon dan Burung Endemik Dirawat dengan Hati

Andy Utama Sulap Megamendung Jadi Pusat Konservasi Alam, Ribuan Pohon dan Satwa Dilindungi

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:08 WIB
header img
Andy Utama melalui Yayasan Paseban memperkuat konservasi alam di Megamendung, Bogor. Foto: Ist.

"Kami memiliki cita-cita untuk turut berkontribusi mengembalikan Megamendung sedekat mungkin dengan kondisi ekologisnya seperti dahulu. Kami ingin memperkuat habitat satwa liar, menjaga sumber air, dan mewariskan bentang alam yang lebih baik bagi generasi mendatang," ujar Andy Utama.

Menurutnya, gerakan konservasi yang dilakukan Yayasan Paseban berawal dari praktik pertanian organik yang dirintis sekitar 16 tahun lalu dan berkembang menjadi program pemulihan bentang alam yang lebih luas.

Ribuan Pohon Ditanam di Megamendung

Sejak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024, Yayasan Paseban bersama berbagai mitra telah melakukan penanaman pohon secara berkelanjutan di kawasan Megamendung.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 21.831 pohon dari lebih 200 jenis telah ditanam, dipetakan, dan ditandai sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem serta penguatan fungsi ekologis kawasan.

Dirjen KSDAE Prof. Setyawan Pudyatmoko mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Yayasan Paseban, pemerintah daerah, Perum Perhutani, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Menurutnya, model pengelolaan kawasan di Megamendung menjadi contoh bagaimana konservasi in-situ dan ex-situ dapat berjalan secara terpadu dalam satu bentang alam yang utuh.

Megamendung Jadi Kawasan Strategis Konservasi

Lanskap Megamendung memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari bentang alam yang terhubung dengan Cagar Biosfer Cibodas yang diakui UNESCO.

Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa penting seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Surili Jawa, Lutung Jawa, Trenggiling Sunda, hingga beragam jenis burung hutan lainnya.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran aktif Andy Utama dan Yayasan Paseban, kawasan Megamendung diharapkan terus menjadi contoh keberhasilan konservasi alam yang berjalan seiring dengan pengembangan pertanian organik dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut