get app
inews
Aa Text
Read Next : Mengenal Teknologi Piro-Tex, Inovasi Jaket Motor Diklaim Mampu Jaga Suhu Tubuh Ideal Pengendara

Ambisi Dirgantara Indonesia: Rencana Besar Menembus Rantai Pasok Elit Penerbangan Dunia

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:23 WIB
header img
Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 (IAEF 2026). (Foto: Ist)

“Melalui IAEF 2026, kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional, meningkatkan kapabilitas industri, serta membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Potensi masif inilah yang melandasi keputusan korporasi kedirgantaraan raksasa, Turkish Aerospace (TUSAŞ), saat menunjuk Indonesia sebagai hub strategis mereka di Asia Tenggara untuk urusan engineering services pada tahun 2022 lalu. Langkah ekspansif tersebut direalisasikan lewat pendirian TAID sebagai kepanjangan tangan bisnis jangka panjang di kawasan regional.

Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSAŞ), Emrah Ekri, menyoroti sejumlah keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global,” katanya.

Peta Jalan TAID dan Tantangan yang Harus Dijawab

Sejak resmi mengudara pada 2023, TAID terus memacu penguatan ekosistem dirgantara tanah air. Pasca-mengantongi sertifikasi resmi pada November 2024, perusahaan ini langsung tancap gas menggandeng vendor-vendor lokal yang bergerak di bidang komponen presisi (machining), proses khusus (special process), layanan rekayasa (engineering services), hingga manufaktur tingkat lanjut guna menyokong berbagai mega proyek global mereka.

Kendati kapasitas industri domestik sangat menjanjikan, proses kurasi beberapa tahun terakhir menunjukkan masih adanya sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang mustahil diabaikan, antara lain:

  1. Akselerasi kapabilitas teknis manufaktur.

  2. Harmonisasi dan sinkronisasi standar mutu internasional.

  3. Kepemilikan sertifikasi industri tingkat tinggi.

  4. Kesiapan operasional untuk memenuhi volume pasar global yang dinamis.

Ketua Indonesian Aerospace Community (INACOM), J. Adi Sasongko, memandang forum IAEF 2026 ini sebagai jembatan krusial untuk mengikis jarak antara industri lokal dengan standar global.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut