Harga Pertamax Melonjak, Warga Bandung Dilema: Ada yang Sunat Uang Jajan, Ada yang Ogah Turun Kelas
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang kini menyentuh angka Rp16.000 per liter memicu gelombang reaksi dari para pengendara.
Lonjakan tajam yang mencapai kisaran Rp4.000 per liter tersebut dirasa sangat memberatkan bagi sebagian besar pengguna kendaraan bermotor di kawasan Bandung dan sekitarnya.
Keluhan mendalam salah satunya datang dari Dhani (54), seorang driver ojek online di Kota Kembang. Ia sangat berharap otoritas terkait mengevaluasi kembali keputusan tersebut mengingat situasi finansial masyarakat bawah yang sedang tidak menentu.
"Kalau bisa jangan naik. Ekonomi masyarakat sekarang lagi terjepit. Kalau naik ya tambah susah," kata Dhani saat ditemui di SPBU Jalan Riau di Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Dhani memproyeksikan, lonjakan harga ini bakal memicu migrasi besar-besaran konsumen Pertamax ke BBM bersubsidi jenis Pertalite. Jika hal itu terjadi, penumpukan kendaraan di jalur antrean SPBU dipastikan bakal semakin parah. Ia pun menyayangkan kurangnya ruang dialog sebelum kebijakan ini diketuk.
"Kalau mau menaikkan harga BBM atau kebutuhan pokok, sebaiknya ada pemberitahuan dan pembahasan yang jelas dulu kepada masyarakat," ujarnya.
Nada keberatan serupa juga diutarakan oleh Rena (20), seorang warga asal Cimahi. Dirinya mengaku syok lantaran grafik kenaikan harga kali ini melompat terlalu tinggi dalam satu momentum perubahan.
Editor : Agung Bakti Sarasa