Kader PDIP Peringati Bulan Bung Karno, Tularkan Gotong Royong dan Edukasi Melalui Baksos
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Momentum peringatan Bulan Bung Karno menjadi ajang kader PDI Perjuangan (PDIP) melakukan aksi membantu masyarakat.
Seperti yang diinisiasi oleh jajaran pengurus PAC PDIP Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengundang 100 lebih warga untuk diperiksa kesehatan dan berobat secara gratis.
"Kami ingin mengisi Bulan Bung Karno dengan kegiatan yang bersentuhan langsung ke masyarakat. Salah satunya ini, pemenuhan dasar kesehatan dan pengobatan gratis," kata Ketua PAC Parongpong KBB, dr. Januar Tampubolon saat ditemui di sela kegiatan di Bumdes Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Selasa (16/6/2026).
Dikatakannya, kegiatan ini dipilih mengingat semakin banyak warga yang ekonominya sedang kesulitan, sehingga terkadang mereka harus menunda pengobatan karena memprioritaskan kebutuhan sehari-hari.
Akibatnya banyak masyarakat yang datang ke klinik, puskesmas, atau rumah sakit pada saat kondisi kesehatannya sudah memburuk.
Berbeda dengan kondisi lima tahun lalu di mana warga lebih sadar menjaga kesehatan sejak dini.
Kondisi itu terkadang diperparah dengan banyaknya masyarakat yang sudah tidak lagi dicover oleh BPJS yang dibiayai pusat (APBN) akibat datanya dinonaktifkan.
"Jadi konsep kegiatan ini dirancang agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," sambungnya.
Pelayanan yang diberikan di antaranya mulai dari pemeriksaan umum, tes laboratorium gula darah, kolesterol, asam urat, hingga layanan khitanan gratis.
Untuk peserta khitanan gratis ditargetkan sebanyak 10 anak dari keluarga kurang mampu. Tenaga medis yang dilibatkan ada sebanyak enam orang terdiri dari dokter dan perawat.
Selain memberikan layanan fisik, lanjut dia, kegiatan ini juga membawa misi untuk kembali menanamkan nilai luhur warisan Bung Karno, yaitu semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama yang dinilai mulai memudar seiring perkembangan zaman.
Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, tanpa batasan latar belakang dan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak yatim piatu serta warga lanjut usia. Adapun tahun lalu kegiatan diisi dengan lomba memasak dan reboisasi penanaman pohon.
"Melalui kegiatan ini ada juga edukasi yang diberikan khususnya ke generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai gotong royong jangan sampai hilang," ucap Januar yang didampingi Sekretarus PAC, Tiyana.
Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Bidang Mitigasi Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Jawa Barat, Thio Setiowekti menyebutkan, kegiatan yang diinisiasi PAC Parongpong bisa menjadi role model bagi PAC lain se-Jawa Barat dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno.
"Rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini diserahkan sepenuhnya ke masing-masing PAC untuk menentukan bentuk kegiatan, menyesuaikan dengan kebutuhan," ucapnya.
Ia menilai pendekatan yang langsung bertemu warga dan memenuhi kebutuhan nyata lebih efektif menyampaikan makna Soekarnoisme dan Marhaenisme dibandingkan kegiatan berskala besar namun kurang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Ini adalah bentuk kerja sama dan gotong royong membantu masyarakat yang membutuhkan kesehatan sesuai dengan ajaran Bung Karno. Kebetulan Ketua PAC PDIP Parongpong ini seorang dokter, jadi lekat dengan kesehatan yang juga bidang garapan dari Baguna," tandasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana