Warisan untuk Masa Depan: Belajar Menjaga Keseimbangan Alam dari Ritual Ngertakeun Bumi Lamba XVIII
Bagi Andy, mencintai bumi tidak boleh mandek di ruang diskusi atau sekadar menjadi seruan moral. Bersama Paseban Foundation, ia menerjemahkan filosofi kuno tersebut menjadi kerja konservasi konkret di kawasan Lanskap Megamendung.
Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan di lapangan antara lain:
Pertanian Selaras Alam: Mengembangkan sistem pertanian organik yang ramah tanah dan minim emisi.
Penyelamatan Satwa: Membangun pusat konservasi ex-situ melalui Lembah Aviary Paseban, penangkaran Rusa Timor, hingga program pelepasliaran satwa dilindungi seperti Elang Jawa.
Amunisi Hijau Baru: Menanam 21.831 bibit pohon yang mencakup lebih dari 200 varietas tanaman hutan.
Aksi penanaman masif ini merupakan bagian dari impian besar Andy untuk mengembalikan kejayaan vegetasi Megamendung seperti kondisi aslinya satu abad silam.
Keunikan dari gerakan yang diusung Andy terletak pada keberhasilannya membumikan teori-teori rumit milik Emil Salim atau Richard Hiskes ke dalam bentuk cangkul, bibit pohon, dan ruang rawat satwa di lapangan.
Menutup perenungannya, Andy memberikan sebuah tamparan logis mengenai esensi sejati dari kehidupan manusia di atas bumi.
“Yang akan dikenang bukanlah apa yang kita kumpulkan selama hidup, melainkan apa yang kita berikan kepada kehidupan,” ujar Andy.
Pesan pamungkas tersebut mengunci esensi dari Ngertakeun Bumi Lamba: bahwa menjaga keasrian bumi hari ini adalah satu-satunya tiket untuk menjamin adanya kehidupan di hari esok.
Editor: Agung Bakti Sarasa