Atasi Kepadatan Area Last Mile, Titik Jemput Instan Kini Diterapkan di Stasiun Bandung
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Langkah strategis dalam memperkuat integrasi transportasi publik di Jawa Barat kembali bertambah. Gojek, lini bisnis on-demand dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), secara resmi meluncurkan fitur Gojek Instant di Stasiun Bandung. Fasilitas ini dirancang untuk mempermudah para penumpang kereta api dalam mengakses transportasi lanjutan (last mile) via GoCar maupun GoRide secara lebih efisien dan teratur.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan antara pihak Gojek dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kedepannya, penataan titik jemput berbasis digital ini bakal direplikasi ke berbagai stasiun strategis lainnya demi menyuguhkan pengalaman mobilitas yang seamless bagi masyarakat luas.
Sebagai salah satu pusat pergerakan masyarakat terbesar di Jawa Barat, Stasiun Bandung saban hari melayani ribuan penumpang, baik pelaju lokal (komuter) maupun pelancong jarak jauh. Volume sirkulasi penumpang yang masif kerap memicu penumpukan kendaraan di area penjemputan.
Urgensi penataan ini kian terasa mengingat tren penggunaan angkutan rel terus menanjak. Merujuk data PT KAI, volume pengguna Kereta Api Lokal Bandung Raya sepanjang Januari hingga Mei 2026 melonjak 7,83% ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menanggapi kolaborasi ini, Saiful Bakhtiar selaku Head of Regional Public Policy and Government Relations Jabar Jateng DIY GoTo, mengatakan:
“Sebagai platform yang telah menjadi bagian dari perjalanan harian masyarakat, kami memahami bahwa pengalaman perjalanan pelanggan baru benar-benar selesai ketika mereka tiba di tujuan akhir. Untuk itu, kami bersyukur dapat melanjutkan kerja sama dengan KAI khususnya Wilayah DAOP 2, kali ini melalui layanan Gojek Instant di Stasiun Bandung. Kami berharap Gojek Instant di Stasiun Bandung dapat menjadi solusi transportasi lanjutan yang praktis, nyaman, dan tertib. Ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung konektivitas antarmoda dan menciptakan pengalaman transportasi publik yang semakin terintegrasi bagi masyarakat.”
Apresiasi senada juga datang dari pihak operator kereta api nasional. Hendra Wahyono selaku Executive Vice President Daerah Operasional 2 PT. Kereta Api Indonesia (KAI), menyampaikan:
"Kami menyambut baik kolaborasi yang dilakukan Gojek dengan KAI. Hal ini sejalan dengan visi misi KAI dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan terintegrasi bagi pelanggan. Kehadiran layanan Gojek Instant di Stasiun Bandung memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat, tertib, dan efisien. Kolaborasi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelanggan kereta api maupun transportasi lanjutan.”
Lewat skema Gojek Instant, alur penjemputan di kawasan stasiun kini bertransformasi menjadi lebih sistematis. Penumpang cukup mengarah ke shelter resmi GoRide atau GoCar yang telah disediakan, menemui mitra pengemudi di lokasi, lalu menyebutkan kode PIN yang tertera di aplikasi. Tanpa perlu melewati proses tunggu pencarian driver, pengguna bisa langsung berangkat, yang secara otomatis mengurai potensi kemacetan di area luar stasiun.
Tak hanya fokus pada aspek manajemen lalu lintas dan kenyamanan, Gojek turut merilis program tarif ekonomis lewat paket GOJEK7AN. Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati tarif GoRide MURAAAH mulai dari kisaran Rp7.000-an untuk rute yang terhubung dengan simpul transportasi umum, area komersial, sekolah, hingga kompleks perkantoran.
Dampak positif dari inovasi ini langsung dirasakan oleh para pelancong. Chindy Aidi selaku Konten Kreator Traveler Jelajah Kuy, menilai inovasi ini memberikan pengalaman yang lebih nyaman:
"Sebagai traveler yang sering bepergian menggunakan kereta api inovasi ini sangat memudahkan. Prosesnya jadi lebih sederhana karena titik jemputnya jelas dan mudah ditemukan. Buat wisatawan atau pelancong terutama yang membawa banyak barang."
Hingga pertengahan tahun 2026, ekspansi fitur Gojek Instant tercatat telah mengover lebih dari 50 titik stasiun dan terminal bus di berbagai wilayah Indonesia. Implementasi di Kota Kembang diharapkan mampu mempercepat realisasi ekosistem transportasi publik yang solid, nyaman, dan terkoneksi dengan baik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor : Agung Bakti Sarasa