Frans Putros Jadi Pemain Klub Indonesia Pertama yang Merumput di Piala Dunia
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kompetisi sepak bola Indonesia baru saja menorehkan tinta emas baru lewat pencapaian individu yang luar biasa. Frans Putros, benteng pertahanan andalan Persib Bandung, secara resmi menjadi pesepak bola aktif pertama dari Liga domestik Indonesia yang berhasil menginjakkan kaki dan bertanding di putaran final Piala Dunia.
Pemain yang kini menginjak usia 32 tahun itu merupakan bagian penting dari skuad Maung Bandung saat merengkuh trofi juara Super League musim 2025/2026. Manajemen Persib sendiri tampaknya sangat memercayai kualitas sang bek, terbukti dengan ikatan kontrak panjang yang mengikatnya di Bandung hingga tahun 2028 mendatang.
Momen langka ini tercipta sewaktu Frans Putros dipercaya turun sebagai jajaran utama sejak menit pertama saat memperkuat negaranya, Irak, melawan Senegal. Laga tersebut digelar di Stadion Toronto, Kanada, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Pada dua pertandingan fase grup sebelumnya, ia diketahui hanya duduk di bangku cadangan.
Namun sayang, debut manis Putros di turnamen sepak bola terakbar sejagat ini harus ternoda oleh hasil akhir yang kurang memuaskan. Irak dipaksa menelan kekalahan telak dengan skor lima gol tanpa balas dari Senegal, setelah dipaksa bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-13 di babak pertama. Kekalahan telak ini sekaligus menyudahi perjalanan Irak di ajang empat tahunan ini.
Meski negaranya harus angkat koper dengan hasil minor, performa Putros menembus skuad utama Piala Dunia tetap menjadi tonggak sejarah penting bagi sepak bola Indonesia. Pasalnya, selama ini klub-klub di Indonesia lebih sering mendatangkan para pemain gaek status "alumni" Piala Dunia yang masa kejayaannya sudah lewat.
Beberapa nama besar yang pernah mampir ke tanah air antara lain legenda Argentina Mario Kempes, bintang Kamerun Roger Milla, eks gelandang legendaris Chelsea Michael Essien, hingga penyerang Nigeria Peter Odemwingie. Mereka semua bermain di liga kita setelah bertahun-tahun merampungkan aksi mereka di Piala Dunia.
Melalui apa yang dicapai Frans Putros, polanya kini berbalik. Fenomena ini memicu harapan baru agar ke depannya semakin banyak pemain dari kompetisi Indonesia yang mampu bersaing di kancah global dan menembus turnamen akbar dunia pada edisi-edisi mendatang.
Editor : Agung Bakti Sarasa