get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Pemulung hingga Gelandangan di Kota Bandung Terjaring Razia

Tiga Pemulung Tewas Usai Temukan Barang Diduga Mortir Aktif, Meledak Saat Dipukul Palu

Rabu, 08 Juli 2026 | 20:18 WIB
header img
Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin mendatangi lokasi tempat terjadinya ledakan ledakan mortir yang menyebabkan tiga warga tewas di Kampung Ciparang RT 04/07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, KBB, Rabu (8/7/2026). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Ledakan mortir menewaskan tiga orang di Kampung Ciparang RT 04/07 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Ketiga korban adalah Ade, Suhri, dan Rodian yang berprofesi sebagai pemulung.

Saat kejadian mereka mencoba membuka mortir tersebut dengan cara dipukul menggunakan palu.

"Betul ada kejadian itu. Kejadiannya sekitar jam 10.30 WIB dan tiga meninggal dunia akibat ledakan mortir," ungkap Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin, saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan amunisi mortir 81 komando yang ditemukan ternyata masih dalam kondisi aktif sehingga meledak saat dipukul. Akibat ledakan dahsyat itu, ketiga korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

Menurutnya, petugas piket yang dipimpin Ipda Agus yang tiba di lokasi bersama tim Reskrim dan Binmas untuk melakukan olah tempat kejadian serta evakuasi jenazah.

Berdasarkan keterangan awal, mereka menemukan benda tersebut lalu berniat membukanya untuk mengambil isi atau bagian logamnya. Kemudian memukulnya dengan palu sehingga memicu ledakan.

Ledakan terjadi di samping rumah salah satu korban. Saat saksi tiba di lokasi ketiga korban ditemukan dalam kondisi tergeletak. Dua sudah tidak bernafas, satu luka berat dan sempat dibawa ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia.

"Dugaan sementara dari keterangan saksi, korban ini memang biasa memulung selongsong dan proyektil, padahal dilarang oleh TNI," tandasanya.

Adapun pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi dan mendatangkan tim Inafis serta Jibom untuk memeriksa dan memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya lainnya di sekitar lokasi.

Ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang sering beraktivitas mencari barang bekas, agar tidak pernah menyentuh, memindahkan benda berbahaya seperti amunisi atau mortir.

Sebaiknya segera laporkan kepada aparat keamanan terdekat jika menemukannya demi keamanan bersma.

“Kami akan terus menggencarkan edukasi bahaya sisa amunisi bersama TNI dan instansi terkait agar tragedi serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut