get app
inews
Aa Text
Read Next : Komisi V DPRD Jabar Tegaskan Penambahan Rombel Tak Massal, Hanya untuk SMA Penyangga

Aset Jasa Sarana Menyusut, Komisi III DPRD Jabar Dorong Evaluasi Total

Senin, 13 Juli 2026 | 19:43 WIB
header img
Ketua Komisi III DPRD Jabar Jajang Rohana. (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id  – Komisi III DPRD Jawa Barat meminta PT Jasa Sarana mengevaluasi seluruh lini usaha sebagai langkah penyehatan BUMD milik Pemprov Jabar.

Ketua Komisi III DPRD Jabar Jajang Rohana mengatakan usaha yang tidak menguntungkan bahkan merugi harus segera dievaluasi dan dihentikan. Sebaliknya, perusahaan diminta fokus mengembangkan sektor usaha yang masih produktif.

“Usaha-usaha yang selama ini tidak memberikan keuntungan bahkan menimbulkan kerugian harus segera dievaluasi dan dihentikan. Sebaliknya, perusahaan perlu lebih fokus mengembangkan sektor usaha yang masih produktif dan memiliki potensi menghasilkan keuntungan agar kondisi keuangan dapat kembali sehat,” ujar Jajang dikutip, Senin (13/7/2026).

Komisi III juga mendorong PT Jasa Sarana mengoptimalkan aset melalui pelepasan aset tidak produktif (idle asset). Hasilnya diharapkan digunakan untuk memperkuat sektor usaha yang lebih prospektif. Menurut Jajang, penyehatan perusahaan juga harus didukung perbaikan tata kelola dan manajemen.

“Perbaikan manajemen menjadi kunci utama. Dengan tata kelola yang baik, pengelolaan usaha yang lebih fokus, serta optimalisasi aset, kami optimistis PT Jasa Sarana dapat kembali berada pada kondisi keuangan yang sehat dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Pemerintah Jawa Barat,” katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi, PT Jasa Sarana masih mengalami defisit sekitar Rp3 miliar per tahun karena pendapatan belum mampu menutup biaya operasional. Nilai aset perusahaan yang sebelumnya lebih dari Rp1 triliun kini diperkirakan tersisa sekitar Rp500 miliar. Perusahaan juga masih memiliki utang sekitar Rp170 hingga Rp180 miliar.

“Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi keuangan PT Jasa Sarana memerlukan perhatian serius. Aset perusahaan yang sebelumnya bernilai lebih dari Rp1 triliun kini diperkirakan tersisa sekitar Rp500 miliar. Di sisi lain, perusahaan juga masih memiliki kewajiban utang sekitar Rp170 hingga Rp180 miliar sehingga nilai bersih aset yang dimiliki diperkirakan berada pada kisaran Rp400 miliar,” ucap Jajang. (*)

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut