get app
inews
Aa Text
Read Next : Catatan Musim Haji 2026: Ribuan Kiriman Kargo Haji Tembus 266,8 Ton

Dorong Digitalisasi, BPKH Perkuat Kolaborasi Layanan Haji di Berbagai Daerah

Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:43 WIB
header img
Synergy Roadshow 2026 BPKH dan Bank Muamalat di Bandung. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kolaborasi strategis antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kian intensif. Pada Jumat (17/7/2026), kedua institusi ini menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat. Agenda ini menjadi panggung evaluasi sekaligus pemetaan peluang bisnis bagi seluruh wilayah operasional Bank Muamalat yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Bandung terpilih sebagai kota ketiga dalam rangkaian acara yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Surabaya. "Bandung merupakan lokasi ketiga penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan," ungkap Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono.

Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya manajemen untuk menyelaraskan strategi di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Menurut Imam, penguatan semangat kerja tim menjadi kunci untuk melewati semester kedua tahun 2026 dengan hasil yang optimal.

"Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak," tuturnya.

Ekspansi Ritel dan SME Jadi Andalan

Dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, Bank Muamalat kini lebih mengedepankan sektor yang memiliki resiliensi tinggi, yakni segmen ritel dan Small Medium Enterprise (SME), tanpa meninggalkan sektor korporasi yang tetap dijaga kesehatannya.

Hasilnya terlihat nyata. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencatat lonjakan impresif lebih dari 11 kali lipat secara year on year (yoy) hingga mencapai Rp1,7 triliun per Maret 2026. Di sisi lain, sektor SME yang dianggap sebagai pilar ekonomi nasional juga tumbuh subur dengan nilai outstanding mencapai Rp3,1 triliun atau naik 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut