Dorong Digitalisasi, BPKH Perkuat Kolaborasi Layanan Haji di Berbagai Daerah
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kolaborasi strategis antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kian intensif. Pada Jumat (17/7/2026), kedua institusi ini menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat. Agenda ini menjadi panggung evaluasi sekaligus pemetaan peluang bisnis bagi seluruh wilayah operasional Bank Muamalat yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.
Bandung terpilih sebagai kota ketiga dalam rangkaian acara yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Surabaya. "Bandung merupakan lokasi ketiga penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan," ungkap Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono.
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya manajemen untuk menyelaraskan strategi di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Menurut Imam, penguatan semangat kerja tim menjadi kunci untuk melewati semester kedua tahun 2026 dengan hasil yang optimal.
"Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak," tuturnya.
Ekspansi Ritel dan SME Jadi Andalan
Dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, Bank Muamalat kini lebih mengedepankan sektor yang memiliki resiliensi tinggi, yakni segmen ritel dan Small Medium Enterprise (SME), tanpa meninggalkan sektor korporasi yang tetap dijaga kesehatannya.
Hasilnya terlihat nyata. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencatat lonjakan impresif lebih dari 11 kali lipat secara year on year (yoy) hingga mencapai Rp1,7 triliun per Maret 2026. Di sisi lain, sektor SME yang dianggap sebagai pilar ekonomi nasional juga tumbuh subur dengan nilai outstanding mencapai Rp3,1 triliun atau naik 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik," jelas Imam.
Transformasi Digital dalam Ekosistem Haji
Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat menyasar ekosistem haji dan umrah yang sangat besar. Berbagai inovasi telah diluncurkan, seperti Kartu Haji Indonesia yang meminimalisir penggunaan uang tunai bagi jemaah di Tanah Suci. Akses pendaftaran pun kini semakin fleksibel melalui aplikasi Muamalat DIN, kantor cabang, hingga jaringan PT Pos Indonesia.
Selain penyediaan layanan digital melalui fitur Bank Haji, BPKH juga telah memberikan kepercayaan kepada Bank Muamalat sebagai salah satu penyedia jasa kustodian. Langkah ini diyakini akan memberikan nilai tambah bagi para calon jemaah sekaligus memperkokoh ekonomi syariah secara nasional.
"Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun," ujar Imam menutup pembicaraan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kedua pihak optimistis dapat memberikan standar pelayanan yang lebih tinggi serta memperluas kemaslahatan bagi umat di seluruh pelosok negeri.
Editor : Agung Bakti Sarasa