Bukan Sekadar Turnamen! TTIBT 2026 Jadi Ajang Pelaku Industri Tekstil Bangun Relasi Bisnis
Didukung 30 Sponsor, Anindia Jadi Sponsor Utama
Keberhasilan penyelenggaraan TTIBT 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai sponsor.
Okta mengungkapkan, sekitar 30 sponsor ikut mendukung penyelenggaraan turnamen, dengan Anindia sebagai sponsor utama.
Menurutnya, dukungan sponsor menjadi faktor penting karena biaya pendaftaran peserta belum mampu menutup seluruh kebutuhan operasional kegiatan.
"Kalau hanya mengandalkan biaya pendaftaran, kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana. Alhamdulillah ada sekitar 30 sponsor yang mendukung, dengan Anindia sebagai sponsor utama," ujarnya.
Industri Tekstil Dinilai Masih Punya Masa Depan
Riady berharap tingginya antusiasme peserta dalam TTIBT dapat menjadi pesan bagi pemerintah maupun sektor perbankan bahwa industri tekstil Indonesia masih memiliki daya tahan dan prospek untuk berkembang.
Menurutnya, selama ini industri tekstil kerap dipandang sebagai sektor yang mulai mengalami penurunan sehingga akses terhadap pembiayaan menjadi semakin sulit.
"Selama ini industri tekstil sering dipandang sebagai industri yang sedang sunset, sehingga dukungan pembiayaan tidak mudah. Padahal kami ingin menunjukkan bahwa industri ini masih hidup, masih bergerak, dan masih punya semangat untuk berkembang," katanya.
Ia juga meminta pemerintah terus memberikan perhatian terhadap industri tekstil yang merupakan salah satu sektor padat karya terbesar di Indonesia.
"Jangan pernah mengabaikan industri tekstil, karena ini merupakan industri padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," tegasnya.
Editor : Rizal Fadillah