Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Ipul Serukan Gerakan Baru! Lulusan Poltekesos Diminta Turun ke Tetangga Bantu Warga Miskin
Advertisement . Scroll to see content

Kemenpar Siapkan 7 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat dan Fasilitas Olahraga di NHI Bandung

Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:23 WIB
  • author Agi Ilman
Kemenpar Siapkan 7 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat dan Fasilitas Olahraga di NHI Bandung
Kementerian Pariwisata dan Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menandatangani MoU pengembangan Sekolah Rakyat di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2026). (Foto: Agi Ilman).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan Sekolah Rakyat di Kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2026).

Dalam kerja sama tersebut, Kemenpar menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat serta dua hektare lahan tambahan untuk fasilitas olahraga.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kerja sama yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan di sektor pariwisata.

“Hari ini kami senang sekali. Hari ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Kami melakukan kerja sama bersama Kementerian Sosial untuk membangun Sekolah Rakyat di pusat pariwisata. Bandung ini akan memberikan tanah sebesar lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan lahan dua hektare untuk pembangunan fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama anak-anak,” ujar Widiyanti.

Menurut dia, Kemenpar juga akan memberikan berbagai pelatihan kepariwisataan kepada para siswa agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.

“Kami juga ingin berkolaborasi memberikan pelatihan pariwisata kepada anak-anak Sekolah Rakyat. Tadi kami sudah lihat, mereka begitu berbakat dan luar biasa. Mereka bisa belajar bahasa asing, membaca buku, dan berbagai keterampilan lainnya,” katanya.

Widiyanti menilai, pembekalan tersebut diharapkan membuka peluang karier yang lebih luas, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri.

“Kami ingin memberikan manfaat lebih agar program-program kami dapat menghasilkan lulusan yang juga bisa bekerja di luar negeri karena standar pendidikan di Indonesia dan konten wisata yang berkualitas,” ucapnya.

Ia memastikan keberadaan Sekolah Rakyat di kawasan Poltekpar NHI Bandung tidak akan mengganggu aktivitas akademik mahasiswa. Sebaliknya, kedua institusi akan saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.

“Kami rasa tidak akan mengganggu sama sekali. Justru ini kami bangun bersama agar kawasan ini menjadi lebih inklusif. Mahasiswa Politeknik Pariwisata bisa menjadi kakak asuh, mendidik, membantu mereka beradaptasi, sekaligus mengenalkan industri pariwisata,” jelasnya.

Menurut Widiyanti, mahasiswa nantinya dapat menjadi pendamping sekaligus memberikan inspirasi kepada siswa Sekolah Rakyat untuk mengenal berbagai profesi di sektor pariwisata.

“Mungkin ada yang ingin menjadi entrepreneur, bekerja di restoran, kafe, atau travel agent. Ini menjadi kesempatan memberikan inspirasi kepada anak-anak Sekolah Rakyat bahwa ada peluang besar di industri pariwisata,” tuturnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Kemenpar juga memberikan kesempatan bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui jalur khusus.

“Lulusan Sekolah Rakyat juga kami berikan alokasi sebesar 20 persen untuk dapat masuk ke Politeknik Pariwisata dengan beasiswa,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kerja sama antara Kemensos dan Kemenpar tidak akan mengubah konsep dasar Sekolah Rakyat. Menurutnya, kolaborasi tersebut justru memperkuat ekosistem pendidikan tanpa mengganggu aktivitas yang sudah berjalan.

“Yang jelas, kerja sama ini tidak saling mengganggu, justru saling memperkuat dan membangun ekosistem pendidikan. Anak-anak bisa saling belajar,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, tidak seluruh lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan ke sektor pariwisata. Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di bawah Kementerian Pariwisata hanya diperuntukkan bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang tersebut.

“Bagi siswa Sekolah Rakyat yang memiliki minat dan bakat di bidang pariwisata, tentu akan kita arahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang dimiliki Kementerian Pariwisata. Jadi disesuaikan dengan minat masing-masing, tidak semuanya,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, Kemensos saat ini terus menjalin kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memperluas pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.

“Kami juga sedang bekerja sama dengan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Jika ada lahan yang memungkinkan dibangun gedung permanen Sekolah Rakyat, tentu akan kami tindak lanjuti melalui kerja sama,” ungkapnya.

Menurut dia, dukungan Kementerian Pariwisata menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi lintas kementerian dalam menjalankan arahan Presiden terkait pengembangan Sekolah Rakyat.

“Salah satunya adalah Kementerian Pariwisata yang hari ini memberikan kesempatan tersebut. Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden,” pungkasnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut