Perebutan Kursi Panas Partai Beringin di KBB! Bersaing Ketat atau Terjadi Aklamasi?
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) dimulai.
Siapa yang jadi pemenangnya, apakah terjadi persaingan sengit atau aklamasi, bakal ditentukan dalam mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar KBB yang akan digelar di Mason Pine Hotel, Minggu (2/8/2026).
Sejumlah kader partai Golkar KBB dinilai layak untuk menjadi orang nomor satu di Partai Beringin ini. Seperti Ketua DPD Partai Golkar KBB saat ini yang juga Wakil Ketua DPRD KBB Dadan Supardan, ada juga anggota DPRD KBB dari Fraksi Golkar Asep Miftah Sofwan.
Kemudian politisi senior Ayi Sudrajat, Agus Mahdar Hilmi, Cecep Sudrajat, hingga Edi Rusyandi yang pernah duduk di DPRD Jawa Barat dan juga maju sebagai calon bupati dari Partai Golkar pada Pilkada KBB 2024 bersama calon wakil bupati dari PKB Unjang Ansari (Paslon Edun).
Steering Commitee (SC) Musda V DPD Partai Golkar KBB, Gaston Barus mengatakan Musda ini agenda utamanya adalah pemilihan Ketua DPD Partai Golkar KBB periode 2025–2030.
Serta pendidikan politik bagi kader partai yang direncanakan bakal dihadiri oleh 1.200 undangan termasuk peserta Musda.
"Hari ini (Jumat), kami mulai membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar KBB hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 24.00 WIB," kata Gaston kepada awak media di Kantor DPD Partai Golkar KBB, Kampung Cibatu, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Jumat (31/7/2026).
Pihaknya membuka kesempatan seluas-luas kepada seluruh kader Partai Golkar yang memenuhi persyaratan, untuk mendaftarkan diri mengikuti proses seleksi.
Agenda ini mengacu pada Blueprint Musda Partai Golkar Kabupaten/Kota Tahun 2026 serta surat persetujuan dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.
Tema yang diusung adalah "Bersatu dalam Langkah, Solid dalam Perjuangan, Maju dalam Karya". Sehingga diharapkan agenda suksesi kepemimpinan ini berjalan tanpa ekses, serta menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi Partai Golkar di KBB.
"Musda V KBB harus menghasilkan pemimpin yang memiliki integritas dan bisa membesarkan Partai Golkar. Terutama bagaimana bisa menambah kursi di DPRD KBB dari 8 jadi 12 kursi, serta memenangkan Pilkada KBB 2029," sebut Gaston yang turut didampingi Organizing Committee (OC) atau panitia pelaksana Musda, Deni Ahmad Gumbira dan Dadang Sapari.
Anggota SC, Eber Simbolon menambahkan, untuk seluruh persyaratan bakal calon ketua telah diatur dalam Peraturan Organisasi Partai Golkar. Seperti pernah menduduki jabatan struktural di Partai Golkar serta memiliki pendidikan minimal Diploma III (D3).
Kemudian setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan minimal 30% Pimpinan Kecamatan (PK) dari total 16 PK yang memiliki hak suara. Lalu tercatat sebagai kader partai serta dibuktikan dengan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Seluruh persyaratan itu sesuai AD/ART partai, nantinya persyaratan administrasi bakal calon ketua akan diverifikasi. Apabila ada satu syarat yang tidak terpenuhi, maka bakal calon dinyatakan gugur," jelasnya.
Eber menyebutkan, jumlah suara yang diperebutkan dalam Musda V Partai Golkar KBB ada sebanyak 22 suara. Rinciannya DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat (1), DPD Partai Golkar KBB Demisioner (1), Dewan Pertimbangan (1), Pimpinan Kecamatan (16), Organisasi Pendiri (1), Organisasi yang Didirikan (1), serta Organisasi Sayap (1).
Lebih lanjut dikatakannya, Musda V Partai Golkar KBB adalah yang pertama digelar dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barar. Ini jadi suatu kehormatan karena KBB jadi percontohan pelaksanaan Musda yang profesional di Jawa Barat.
"Arahan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan Musda di KBB diharapkan menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan Musda di kabupaten/kota yang berjalan profesional, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang bisa memajukan partai, serta menjaga kerharmonisan kader," harapnya. (*)
Editor : Rizki Maulana