Dilantik di Pendopo, Pengurus Baru HMI Cabang Bandung Komitmen Kawal Kebijakan Publik Kota Kembang
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wajah baru kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung untuk masa bakti 2026–2027 resmi dikukuhkan di Pendopo Kota Bandung, Jawa Barat. Agenda sakral organisasi mahasiswa tertua ini terasa istimewa karena dirangkaikan langsung dengan peluncuran karya literasi sejarah serta bedah berbagai persoalan krusial perkotaan.
Dalam formasi kepengurusan yang dinamai "Kabinet HMI Nātūra" ini, kepemimpinan tertinggi dipercayakan kepada Darlingga Prasetyo sebagai Ketua Umum HMI Cabang Bandung. Ia didampingi oleh Anisa Nur Sajidah yang mengemban amanah sebagai Ketua Kohati serta Hafizh Abdurrauf Ismail sebagai Ketua Badan Pengelola Latihan (BPL).
Usai prosesi pelantikan, Darlingga menegaskan bahwa organisasinya siap mengambil peran strategis sebagai motor penggerak perubahan serta mitra kritis pemerintah daerah dalam mengurai berbagai benang kusut masalah perkotaan.
“HMI Cabang Bandung siap menjadi episentrum gerakan serta laboratorium sosial. Dengan kekuatan 42 komisariat yang tersebar di lebih dari 20 kampus, HMI akan turun tangan menyelesaikan persoalan tata kota seperti masalah sampah, banjir, dan ketimpangan sosial,” ujar Darlingga saat ditemui usai pelantikan, Jumat (31/7/2026).
Mengusung visi besar bertajuk "Memahami Hakikat, Membangun Profesionalisme", kabinet ini telah merumuskan lima pilar program kerja strategis. Program-program tersebut mencakup Natura Academy 2.0 untuk wadah riset dan diskursus publik, HMI Professional Hub guna menunjang pengembangan karier kader, Green & Social Impact Project yang berfokus pada aksi lingkungan dan pemberdayaan UMKM, Professional Governance & Data-Based Management untuk modernisasi tata kelola organisasi, serta HMI Research & Policy Lab sebagai dapur kajian kebijakan publik.
“Melalui Kabinet Nātūra dengan visi 'Memahami Hakikat, Membangun Profesionalisme', kami tidak hanya ingin berfokus pada dinamika internal organisasi, tetapi juga ingin memastikan kader-kader HMI hadir secara aktif di tengah masyarakat untuk mengawal kebijakan publik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bandung," tambahnya.
Arah gerak organisasi ini selaras dengan tantangan terbuka yang disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut hadir memberikan sambutan. Kepala daerah tersebut memaparkan kondisi riil infrastruktur kota, di mana jangkauan layanan air bersih baru menyentuh angka 38 persen.
Tidak hanya itu, tercatat ada sekitar 700.000 kepala keluarga di wilayahnya yang masih membuang limbah domestik langsung ke aliran sungai. Menghadapi situasi tersebut, Farhan secara khusus menantang kalangan intelektual muda untuk aktif menyumbangkan gagasan konstruktif bagi pemkot.
Selain menyoroti isu tata ruang, momentum pelantikan ini turut dimeriahkan dengan peluncuran buku monumental berjudul Diorama HMI Bandung: Tafsir Kultur dan Sejarah karya Maulana Ihsan Asy’ari. Buku tersebut merekam rekam jejak historis HMI Cabang Bandung sebagai cabang perintis di tanah air, menelusuri dialektika intelektual kader sejak era 1950-an hingga masa disrupsi digital saat ini, serta mencatat kiprah penting Korps HMI Wati (Kohati).
Sebagai salah satu cabang historis utama, HMI Cabang Bandung memiliki andil besar dalam perjalanan bangsa. Mulai dari penciptaan lambang resmi organisasi oleh pelukis Ahmad Sadali, perumusan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) oleh Endang Saifuddin Anshari, Syakieb Machmud, dan Nurcholish Madjid (Cak Nur), penataan arsitektur Badan Koordinasi (Badko) oleh Achmad Nurhani, hingga melahirkan tokoh nasional sekaligus mantan Ketua Umum PB HMI, mendiang Ferry Mursyidan Baldan.
Editor : Agung Bakti Sarasa