get app
inews
Aa Text
Read Next : Rawan Bencana, Dinas PUTR Minta Proyek Perumahan G-Land Savona Hill Dilengkapi Kajian Geologi

Jalan Aspal Cepat Rusak, Komisi III DPRD KBB Minta Perbaikan Gunakan Betonisasi

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:32 WIB
header img
Jajaran Komisi III DPRD KBB bersama Dinas PUTR saat meninjau langsung hasil perbaikan jalan di ruas Cilame–Mekarsari serta Jalan Somawinata, Desa Tanimulya, Jumat (7/8/2026). Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong perbaikan jalan dilakukan dengan betonisasi.

Hal itu untuk menghindari kerusakan dalam waktu yang cepat, sehingga bisa mengefektifkan anggaran. Khususnya di jalan-jalan yang banyak dilintasi kendaraan dengan tonase besar.

"Kami mengusulkan ke Dinas PUTR KBB agar perbaikan jalan jika memungkinkan menggunakan rabat beton karena jauh lebih tahan terhadap beban kendaraan berat," kata Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys saat bersama Dinas PUTR melakukan pengawasan hasil perbaikan Jalan Somawinata, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya penggunaan aspal panas atau hotmix dinilai kurang efektif lantaran jalan yang diperbaiki bertahan rata-rata sekitar 5 hingga 6 bulan. Alhasil ketika jalan cepat rusak maka pada akhirnya anggaran yang dikucurkan pemerintah jadi tidak efektif.

"Kalau rabat beton jalan awet, hanya  kendalanya seringkali pada lebar jalan yang sempit dan minim jalur alternatif saat pelaksanaan pekerjaan, jadi kendaraan harus buka-tutup dan menimbulkan antrean," ucap Pither yang datang beserta jajaran anggota komisi III.

Sementara itu hasil pengawasan perbaikan ruas jalan di Jalan Somawinata dan Jalan Mekarsari Ngamprah, untuk ketebalan lapisan aspal terukur konsisten, rata-rata mencapai 4 sentimeter bahkan lebih.

Meskipun berupa penambahan lapisan di atas jalan yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya.

"Untuk pengaspalan ini sesuai dengan standar, bahkan tebalnya melebihi spek. Saya apresiasi kerja dari pihak pelaksana," imbuh politisi Partai Demokrat ini.

Di tempat yang sama Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR KBB, Asep Indra Gumilar mengungkapkan, dari total target 34 ruas jalan yang bakal ditangani tahun 2026, sebagian besar atau sekitar 80% akan menggunakan metode rabat beton.

"Sekitar 80% perbaikan jalan tahun ini dengan beton, sisanya aspal hotmix khususnya di daerah selatan yang konturnya sulit," terangnya.

Hingga saat ini, sebut Asep, baru sekitar empat hingga enam ruas utama yang dinyatakan selesai sepenuhnya, seperti ruas Maribaya–Puncak Barat, Cikole-Cikareumbi, Rancapanggung–Ugrem, Cilame–Mekarsari, Jalan Somawinata, dan Jalan Sayuran Cihampelas.

Menurutnya seluruh proyek dijadwalkan tuntas seluruhnya pada September mendatang. Terkecuali pekerjaan jembatan Rawa Bogo yang diprediksi selesai akhir tahun lantaran masih dalam tahap pengadaan dan evaluasi.

Tantangan terberat pembangunan atau perbaikan jalan ditemui di wilayah bagian selatan dengan kontur medan yang terjal dan menantang karena konturnya pegunungan atau perbukitan.

Sehingga di sana spesifikasi disesuaikan, selain konstruksi yang diperkuat, perbaikan saluran drainase menjadi prioritas utama agar air tidak menggerus permukaan jalan.

"Semua pekerjaan perbaikan jalan sesuai dengan jadwal dan targetnya di September semua selesai," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut