Bukan Karena Gaya Mengemudi! Ini Biang Kerok Utama Mobil Mendadak Boros BBM
2. Penyumbatan pada Filter Udara
Saringan udara yang dipenuhi kotoran menghambat pasokan oksigen menuju ruang bakar. Hasilnya, proses pembakaran menjadi tak sempurna dan mesin menuntut pasokan bensin lebih banyak demi menghasilkan tenaga standar.
3. Tekanan Angin Ban di Bawah Standar
Ban kempis atau kurang angin memperbesar hambatan gulir (rolling resistance) dengan permukaan jalan. Hal ini memaksa mesin menyalurkan tenaga ekstra hanya untuk membuat mobil bergerak.
4. Kondisi Busi yang Mengalami Keausan
Busi yang aus memicu percikan api tidak optimal di ruang bakar. Tanda-tandanya bisa dirasakan dari tarikan mesin yang berat, getaran yang lebih terasa, hingga konsumsi bensin yang melonjak naik.
5. Kebiasaan Menunda Perawatan Rutin
Pemeriksaan berkala di bengkel bukan sekadar mengganti oli semata, melainkan juga mengecek sistem pengereman, kondisi cairan teknis, hingga pengaturan pembakaran secara menyeluruh.
Menjaga performa kendaraan lewat perawatan teratur terbukti jauh lebih ekonomis ketimbang memperbaiki kerusakan berat di kemudian hari. Hal ini ditegaskan langsung oleh CEO Garasi.id, Ardyanto Alam.
"Mobil yang rutin dirawat biasanya memiliki performa mesin yang lebih optimal dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Servis berkala juga membantu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari," ujar Ardyanto Alam.
Editor : Agung Bakti Sarasa