Misteri Kematian Pria Asal Bandung di Sumedang, Diduga Disekap dan Ditemukan Penuh Luka
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Seorang pria bernama Handi (46), warga Bandung, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di kawasan Alam Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Handi ditemukan dalam kondisi mengalami sejumlah luka di sekitar Bundaran Alam Sari. Warga bersama polisi kemudian mengevakuasi korban menggunakan kendaraan patroli untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, nyawa Handi tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Umar Wirahadikusumah Sumedang pada Sabtu (8/8/2026) pagi.
Handi Ditemukan dalam Kondisi Luka-Luka
Peristiwa tersebut menggegerkan masyarakat di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, Handi diduga mengalami penyekapan sebelum mendapatkan penganiayaan.
Keluarga menyebut korban diduga berada dalam kondisi tangan dan kaki terikat sebelum dianiaya oleh sejumlah orang. Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.
Kosasih, salah seorang keluarga korban, mengatakan pihak keluarga mendapat informasi bahwa Handi telah dibawa ke rumah sakit pada Sabtu dini hari.
Ia kemudian mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memastikan kondisi korban. Saat tiba di rumah sakit, Handi disebut sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Keluarga juga melihat sejumlah luka pada tubuh korban.
“Saya cek ke IGD dan lihat ipar saya sudah terkapar dan tidak sadarkan diri. Mukanya bengkak semua. Gigi atas bawah dan kaki keluar darah,” ujar Kosasih, Senin (10/8/2026).
Korban Sedang Menjalani Pengobatan Tradisional
Menurut keterangan keluarga, sebelum peristiwa tersebut terjadi, Handi sedang menjalani pengobatan tradisional di wilayah Sumedang.
Korban diketahui merupakan warga Bandung. Namun, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan Handi ditemukan dalam kondisi luka-luka.
Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan Handi diduga disekap dengan tangan dan kaki terikat. Ia kemudian diduga mengalami penganiayaan hingga mengalami luka pada bagian wajah dan kedua kaki.
Untuk kepentingan penyelidikan, petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Jenazah Handi Diautopsi di Bandung
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Handi kemudian dibawa untuk menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.
Proses autopsi dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap penyebab dan rangkaian kematian korban.
Setelah proses tersebut selesai, jenazah Handi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipadung, Kelurahan Kota Kaler.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut secara menyeluruh.
Kosasih meminta seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum.
“Saya berharap yang berwajib bertindak agar para pelaku diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku setimpal perbuatannya,” katanya.
Keluarga juga berharap proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang sehingga pihak yang bertanggung jawab atas kematian Handi dapat diproses sesuai hukum.
Editor : Rizal Fadillah