Potensi Bisnis Asuransi di 21 Kabupaten dan Kota Jabar Terus Menunjukkan Tren Positif
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kinerja positif berhasil diukir oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo di tingkat daerah. Menginjak pertengahan tahun 2026, unit Representative Office (RO) Bandung mencatatkan lonjakan perolehan premi hingga 203% (year-on-year) bila disandingkan dengan capaian pada periode Juni 2025.
Performa impresif ini tak lepas dari kejelian perusahaan dalam memetakan potensi lokal serta mempermudah akses proteksi bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Jawa Barat.
Kedekatan dengan Nasabah Jadi Kunci Sukses
Strategi merangkul konsumen secara langsung menjadi fondasi utama bagi Jasindo dalam memperluas jangkauan pasar. Langkah ini dinilai efektif mengingat tiap kawasan memiliki profil dan potensi risiko yang bervariasi.
“Pertumbuhan di Bandung menunjukkan bahwa kedekatan dengan pelanggan menjadi salah satu kunci pengembangan bisnis. Kami berharap ke depannya dapat semakin memahami kebutuhan masing-masing pelanggan, termasuk karakter risiko usaha yang mereka hadapi,” ujar Representative Manager Asuransi Jasindo Bandung, Lisa Puspita Sari.
Dalam memacu pertumbuhan tersebut, Jasindo RO Bandung konsisten mematangkan pola relationship management. Langkah ini diwujudkan lewat komunikasi intensif bersama pemegang polis eksisting, pembenahan mutu layanan, hingga penawaran solusi proteksi silang (cross-selling) yang dipersonalisasi sesuai profil risiko setiap mitra.
Garap Potensi 21 Wilayah di Jawa Barat
Area operasional RO Bandung sendiri terbilang sangat strategis karena mencakup 21 kabupaten/kota di Jawa Barat. Peluang ekspansi dinilai masih sangat terbuka lebar pada berbagai bidang unggulan, mulai dari ekosistem bisnis lokal, sektor pariwisata, industri, pendidikan, hingga komoditas pertanian dan segmen usaha menengah.
Kendati peluang pasar terbuka lebar, pihak manajemen memastikan ekspansi bisnis tetap dijalankan secara terukur demi menjaga kualitas portofolio asuransi.
“Kepercayaan nasabah tidak hanya dibangun saat polis diterbitkan, namun yang paling penting adalah bagaimana kami hadir sepanjang siklus hubungan dengan pelanggan, mulai dari memahami risiko, memberikan alternatif perlindungan, hingga memberikan pelayanan terbaik ketika terjadi klaim,” tutup Lisa.
Editor: Agung Bakti Sarasa