get app
inews
Aa Text
Read Next : Dinamika Politik Jelang Musda Golkar Cianjur 2026, 24 PK Dukung Metty Triantika

Suksesi Kepemimpinan Golkar Cianjur 2026, PK Cibinong Bulat Dukung Metty Triantika

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:49 WIB
header img
PK dan PD se-Kecamatan Cibinong bulat mendukung Metty Triantika maju sebagai ketua di Musda Golkar Cianjur. (Foto: Istimewa)

CIANJUR, iNewsBandungRaya.id - Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Cibinong bersama seluruh Pengurus Desa (PD) se-Kecamatan Cibinong menyatakan dukungan kepada Ir Hj Metty Triantika MT untuk maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Cianjur.

Dukungan tersebut diputuskan secara bulat melalui rapat pleno diperluas PK Partai Golkar Kecamatan Cibinong yang digelar di Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jumat (14/8/2026).

Rapat dihadiri pengurus PK dan seluruh perwakilan PD Partai Golkar dari desa-desa di Kecamatan Cibinong. Sejumlah tokoh dan kader senior Golkar setempat turut menghadiri pembukaan pleno, bersama tamu undangan dari PK Partai Golkar kecamatan sekitar serta unsur DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur.

Juru bicara PK Partai Golkar Kecamatan Cibinong, Asikin Permana, mengatakan keputusan mendukung Metty diambil setelah pengurus mendengarkan pandangan para kader dan PD mengenai arah kepemimpinan Golkar Cianjur ke depan.

Menurut dia, aspirasi yang mengemuka dalam pleno tidak hanya berbicara mengenai siapa yang akan menjadi ketua, tetapi juga menyangkut kebutuhan melakukan pembenahan organisasi setelah Musda.

“Teman-teman PK dan PD menginginkan Musda kali ini menghasilkan perubahan. Bukan hanya perubahan di tingkat kabupaten, tetapi juga membawa semangat baru sampai ke kecamatan dan desa,” kata Asikin.

Ia mengatakan Metty dinilai memiliki pengalaman organisasi, kemampuan kepemimpinan, serta jaringan politik yang diperlukan untuk melakukan konsolidasi partai. Selain merupakan kader Golkar, Metty saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dan dinilai memiliki pengalaman panjang dalam struktur organisasi partai.

Asikin menambahkan, salah satu aspirasi yang cukup kuat dalam pleno adalah keinginan agar Golkar Cianjur dikelola sebagai organisasi politik modern yang terbuka bagi seluruh kader, dengan mekanisme kaderisasi dan regenerasi yang berjalan secara sehat.

“Golkar bukan milik pribadi atau keluarga tertentu. Jangan sampai partai dikelola seperti perusahaan keluarga, yang muncul itu-itu saja. Golkar adalah partai besar, bukan partai dinasti. Karena itu kesempatan bagi kader untuk tumbuh dan memimpin harus dibuka seluas-luasnya,” ujarnya.

Menurut dia, pergantian kepemimpinan melalui Musda seharusnya menjadi momentum untuk mengembalikan tradisi demokrasi internal Golkar sekaligus memperkuat struktur organisasi menghadapi agenda politik mendatang.

Para pengurus desa, lanjut Asikin, juga berharap kepemimpinan baru nantinya lebih banyak turun ke tingkat kecamatan dan desa, mendengar persoalan kader di bawah serta membangun komunikasi yang tidak berhenti menjelang pemilu atau agenda pemilihan ketua partai.

“Kader di desa merupakan bagian penting dari kekuatan Golkar. Mereka harus dirangkul, didengar dan diberikan ruang dalam proses membesarkan partai. Semangat itulah yang kami harapkan lahir setelah Musda,” katanya.

Rapat pleno diperluas tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Muhammad Irfan Toyalisi, S.H.

Ia mengatakan kehadiran seluruh unsur PK dan PD dalam forum tersebut memperlihatkan bahwa dukungan kepada Metty merupakan keputusan yang lahir melalui mekanisme organisasi di tingkat Kecamatan Cibinong.

“Pleno ini jelas, dihadiri PK dan seluruh PD se-Kecamatan Cibinong. Mereka menyampaikan sikap secara terbuka dan bulat mendukung Ibu Metty Triantika. Jadi, sepanjang yang kami saksikan dalam forum ini, inilah sikap yang sah dan nyata dari kader Golkar Cibinong,” kata Muhammad Irfan Toyalisi atau akrab disapa Toya itu.

Menurut dia, apabila kemudian muncul dokumen atau pernyataan dukungan berbeda yang mengatasnamakan struktur Golkar Cibinong tanpa melalui mekanisme organisasi yang semestinya, hal tersebut perlu diperiksa secara serius.

“Kalau setelah keputusan pleno ini muncul bentuk dukungan berbeda yang mengatasnamakan PK atau PD Cibinong, tentu harus dipertanyakan dasar dan keabsahannya. Apalagi kalau sampai ada manipulasi nama, tanda tangan atau dokumen. Itu bukan lagi sekadar perbedaan politik, tetapi dapat masuk pada persoalan pelanggaran organisasi dan, apabila unsur-unsurnya terpenuhi, persoalan hukum,” paparnya.

Toya menilai kompetisi dalam Musda merupakan hal biasa dalam sebuah partai politik. Namun, menurut dia, persaingan harus berlangsung secara terbuka tanpa mengubah atau memanipulasi kehendak kader yang telah disampaikan melalui forum resmi.

“Beda pilihan itu demokrasi. Tetapi memalsukan atau merekayasa dukungan, kalau itu sampai terjadi, adalah perbuatan yang serius dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan apabila memenuhi unsur pidana. Karena itu, mari kita hormati suara kader dan mekanisme partai,” kata Toya.

Dukungan PK Cibinong menambah rangkaian dukungan terhadap Metty menjelang Musda Partai Golkar Kabupaten Cianjur. Sebelumnya, kubu pendukung Metty menyebut dukungan telah datang dari 26 PK dari total 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Dinamika internal kemudian meningkat setelah sejumlah kepengurusan PK yang sebelumnya berada dalam barisan pendukung Metty mengalami pergantian menjelang pelaksanaan Musda. Sedikitnya sekitar tujuh kepengurusan PK disebut mengalami perubahan, yang kemudian memunculkan keberatan dan polemik di internal Golkar Cianjur.

Pergantian tersebut menjadi salah satu isu yang mewarnai konsolidasi menjelang Musda karena sebagian kader mempertanyakan waktu serta mekanisme perubahan kepengurusan yang dilakukan ketika proses menuju pemilihan ketua DPD sedang berlangsung.

Asikin mengatakan perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi politik. Namun, seluruh proses menuju Musda harus tetap berjalan sesuai aturan organisasi serta memberikan ruang yang sama kepada setiap kader.

“Silakan berbeda pilihan. Itu demokrasi. Tetapi aturan organisasi harus menjadi pegangan bersama. Jangan sampai dinamika menjelang Musda justru meninggalkan persoalan baru setelah Musda selesai,” katanya.

PK dan PD Golkar Cibinong, kata dia, berharap Musda berlangsung demokratis, terbuka dan menjadi arena adu gagasan mengenai masa depan partai, bukan sekadar pertarungan kepentingan antarkelompok.

Ia menegaskan keputusan pleno diperluas tersebut menjadi sikap politik organisasi di Kecamatan Cibinong untuk mendorong regenerasi kepemimpinan.

“Kami bulat mendukung Ibu Metty Triantika. Harapan kami sederhana, setelah Musda Golkar Cianjur lebih terbuka, lebih solid, kaderisasi berjalan dan partai semakin dekat dengan masyarakat,” kata Asikin.

Musda Partai Golkar Kabupaten Cianjur menjadi perhatian internal partai karena akan menentukan kepemimpinan dan arah konsolidasi organisasi menjelang agenda politik berikutnya, termasuk persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut