get app
inews
Aa Text
Read Next : Gelorakan Jiwa Nasionalisme Pelajar Tionghoa, MTP-YDSP Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI di Sekolah

Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Menembus Titik Terjauh Gua Vertikal Terdalam di Pulau Jawa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:39 WIB
header img
Tim ekspedisi Gahvara Yava Expedition 2026. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kado istimewa mewarnai peringatan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dari perut bumi Jawa Timur. Puluhan penjelajah yang terhimpun dalam Gahvara Yava Expedition 2026 berhasil menuntaskan pemetaan bentangan lorong paling ekstrem di Gua Luweng Ombo, kawasan Dusun Petung, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Formasi geologi berbentuk sinkhole raksasa ini memegang predikat sebagai gua vertikal paling dalam di Pulau Jawa dengan jurang sedalam 246 meter. Pada penjelajahan sebelumnya di tahun 2025 oleh Latgab Jabodetabeka, jangkauan lorong yang tercatat berada di angka 7,3 kilometer. Kini, penelusuran terbaru sukses memperluas jangkauan pemetaan hingga menambah jarak 1.242,5 meter.

"Ekspedisi Gahvara Yava 2026 sesuai dengan targetan kita pada ekspedisi kali ini, kita mau menambah panjang peta Gua Luweng Ombo ini dan Alhamdulillah kita berhasil menambah panjang peta Luweng Ombo ini sepanjang 1.242,5 meter yang menjadikan total panjang peta Gua Luweng Ombo ini sekarang menjadi 8.242,5 meter," ujar Ketua Ekspedisi Gahvara Yava 2026, Guntur Pambudi, Senin (17/8/2026).

Pencapaian ini membawa Gua Luweng Ombo melesat naik kelas. Selain mempertahankan kedudukannya sebagai gua vertikal terdalam di tanah Jawa, posisinya dalam daftar gua terpanjang se-Indonesia kini melonjak ke urutan ketujuh.

"Luweng Ombo ini tadinya gua terpanjang nomor 9 di Indonesia. Sekarang peringkatnya naik menjadi nomor 7 dengan penambahan pemetaan ini," ucapnya.

Tak sebatas memetakan rute bawah tanah, gelaran speleologi terbesar di tanah air ini turut membawa misi sains. Para peneliti mengumpulkan spesimen fauna subterranean seperti kepiting dan udang langka yang beradaptasi di habitat tanpa cahaya guna pengujian ilmiah lebih lanjut.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut