Setiap 43 Detik Anak Meninggal Akibat 'Si Pembunuh Senyap', Ibu di Jabar Wajib Waspada
Komunitas Ibu Jadi Benteng Pertahanan Pertama
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS, mendorong sinergi hingga tingkat akar rumput untuk menekan angka penularan. Menurutnya, kader kesehatan dan kelompok ibu-ibu memegang kunci vital.
“Kasus pneumonia pada balita di Jawa Barat masih perlu menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan sejak dini, termasuk melalui imunisasi dengan perlindungan yang lebih luas sesuai rekomendasi, perlu terus diperkuat. Puskesmas, kader, dan komunitas ibu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga.”
Mengapa Balita Sangat Rentan dan Mitos Suntikan Sekaligus
Pneumonia kerap memburuk secara mendadak lantaran daya tahan tubuh anak yang belum sempurna. Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Padjajaran sekaligus Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.Inf.P.T.(K), mengingatkan bahwa keterlambatan deteksi bisa berakibat fatal.
“Pneumonia pada anak sering kali berkembang cepat tanpa gejala awal yang jelas, sehingga banyak orang tua terlambat menyadarinya. Padahal, anak usia balita memiliki sistem imun yang belum matang, sehingga lebih rentan mengalami infeksi berat. Karena itu, langkah pencegahan seperti imunisasi menjadi sangat krusial untuk membantu melindungi anak sejak dini dari risiko komplikasi serius hingga rawat inap.”
Menjawab keraguan para ibu mengenai keamanan pemberian beberapa vaksin sekaligus (imunisasi simultan), Prof. Anggraini menegaskan bahwa langkah medis tersebut aman dan sudah sesuai panduan resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
“Banyak orang tua khawatir ketika anak menerima beberapa imunisasi sekaligus. Padahal, secara medis hal ini mungkin dilakukan karena sistem imun anak mampu merespons beberapa antigen dalam waktu bersamaan. Pemberian vaksin kombinasi atau simultan juga justru membantu memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dan lengkap, terutama pada periode usia rentan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kesadaran publik diharapkan melesat naik demi memastikan anak-anak Indonesia—khususnya di Jawa Barat—mendapatkan hak perlindungan kesehatan secara optimal.
Editor : Agung Bakti Sarasa