Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Sekolah, Antrean Kendaraan ke Jalur Wisata Lembang Didominasi Pelat Luar Daerah
Advertisement . Scroll to see content

Observatorium Bosscha Ditetapkan Sebagai Bangunan Cagar Budaya

Minggu, 17 April 2022 | 14:31 WIB
  • author Adi Haryanto
Observatorium Bosscha Ditetapkan Sebagai Bangunan Cagar Budaya
Bangunan Observatorium Bosscha di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ditetapkan sebagai cagar budaya. (Dok:MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Observatorium Bosscha di Kecamatan Lembang, ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pamong Budaya Ahli Muda Sub Koordinator Sejarah dan Cagar Budaya, Disparbud KBB, Asep Diki Hidayat mengatakan penetapan tersebut berdasarkan, Surat Keputusan (SK) Bupati Bandung Barat Nomor 188.45/Kep.731-Disparbud/2021 dan Nomor 188.45/Kep.735-Disparbud/2021.

"Disparbud telah menetapkan bahwa Observatorium Bosscha sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang ada di KBB,"katanya, Minggu (17/4/2022).

Dia menerangkan, Observatorium Bosscha, merupakan bangunan yang sarat dengan nilai sejarah karena telah bertahan lebih dari ratusan tahun. Sehingga layak menjadi bangunan cagar budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Observatorium Bosscha didirikan oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda atas prakarsa pengusaha kaya bernama K. A. R. Bosscha yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama observatorium tersebut.

Berdasarkan catatan sejarah, Observatorium Bosscha diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923. Saat itu Observatorium Bosscha menjadi observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Kemudian observatorium ini menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

"Bosscha merupakan tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Hingga saat ini, bentuk bangunannya masih sama dan berfungsi dengan baik," ucapnya. 

Selain sebagai tempat penelitian dan wisata edukasi, Observatorium Bosscha juga kerap dipergunakan untuk pengamatan hilal untuk penentuan awal Ramadan. 

"Bosscha selalu berkontribusi dalam dunia pendidikan melalui penelitian-penelitiannya. Setiap tahunnya juga selalu dipakai untuk pengamatan hilal oleh pemerintah," ucapnya. (*)

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut