88 Kuliner Legendaris Jawa Barat Hadir di Festival Kuliner Bandung, Ada Kupat Tahu Gempol
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sebanyak 88 kuliner legendaris Jawa Barat hadir dalam Festival Kuliner Bandung (FKB) di Summarecon Mall Bandung (SUMMABA). Mengusung tema ‘Bandung Tempo Doeloe’. festival ini berlangsung 25 Agustus hingga 29 September 2026 di area parkir SUMMABA.
Festival Kuliner Bandung menghadirkan beragam makanan dan minuman legendaris khas Bandung dalam satu destinasi. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati kuliner, tetapi juga merasakan suasana Bandung tempo dulu melalui dekorasi tematik, wahana permainan, hiburan musik, hingga berbagai pertunjukan.
Center Director Summarecon Mall Bandung, Juni Hadi Hasan, mengatakan FKB digelar untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati beragam kuliner Bandung dalam satu tempat.
“Festival Kuliner Bandung hadir menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati wisata kuliner Bandung dalam satu destinasi. Beragam pilihan, mulai dari kuliner legendaris hingga menu favorit yang menjadi incaran warga Bandung dan wisatawan, dapat dinikmati tanpa harus berpindah tempat,” ujar Juni.
Sebanyak 88 tenant kuliner dan enam food truck turut meramaikan festival. Sejumlah kuliner legendaris yang hadir di antaranya Warung Nasi Ampera, Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Mie Kocok Kebon Jukut H Endan, Surabi Cihapit, Awug Metro, Cendol Elizabeth, Es Campur Pak Oyen Legend Bandung, Cuankie Sambal Bejo 89, Batagor H Isan, dan Baso Ciwang Mang Ono.
Salah satu tenant yang ikut meramaikan FKB adalah Kupat Tahu Gempol, kuliner legendaris yang telah mempertahankan resep turun-temurun sejak 1965.
Owner Kupat Tahu Gempol, Nandar Munandar, mengaku senang dapat menjadi bagian dari Festival Kuliner Bandung untuk memperkenalkan kuliner khas Gempol kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya sangat bahagia karena bisa memperkenalkan produk Gempol. Mudah-mudahan makin banyak yang datang ke Gempol,” kata Nandar.
Menurut Nandar, antusiasme pengunjung terhadap Kupat Tahu Gempol di FKB cukup tinggi, terutama pada malam hari. Dalam sehari, penjualan disebut bisa mencapai lebih dari 50 porsi.
“Kalau malam ramai, kalau siang agak kurang. Sehari di atas 50-an,” ujarnya.
Nandar menuturkan, pihaknya tetap mempertahankan cita rasa dan kualitas bumbu yang telah diwariskan sejak 1965. Salah satu ciri khas lainnya adalah penggunaan taoge mentah serta kerupuk berwarna merah muda yang menjadi pelengkap sajian.
Untuk menjaga kualitas, penyajian untuk makan di tempat dan pesanan bungkus juga dibedakan. Produk yang dibungkus disebut dapat bertahan sekitar satu hari.
Selain kuliner, suasana “Bandung Tempo Doeloe” semakin terasa melalui dekorasi yang terinspirasi dari bangunan dan jalan ikonik Kota Bandung. Panggung utama dibuat menyerupai Gedung Merdeka, sedangkan gerbang festival mengadaptasi Gedung Sate.
Pengunjung juga dapat menjelajahi replika Jalan Cihapit, Cibadak, Braga, Asia Afrika, hingga Cihampelas yang dilengkapi berbagai ornamen khas.
Tak hanya itu, Wahana Karnaval Tempo Doeloe menghadirkan sejumlah permainan, seperti Tagada, Kereta Mini, Istana Balon, Bianglala, Kora Kora, Carousel, dan Ombak Banyu.
Rangkaian hiburan juga dimeriahkan penampilan Rizky Febian pada 25 Agustus 2026 dan Perunggu pada 10 September 2026. Ada pula pertunjukan seni Sunda, Wayang Bobodoran by Bathara Sena, Spectacular Fireworks, hingga Festival Balon Wonosobo.
Agenda lainnya yakni Ankoku Sowa Festival, atraksi Barongsai Tonggak by Liong Qing, serta FKB Carnival Costume Competition persembahan Asosiasi Karnaval Indonesia.
Sementara itu, dalam agenda 50th Anniversary Tribute Nike Ardilla pada 5 September 2026, lebih dari 50 artis dijadwalkan tampil di panggung utama untuk mengenang karya-karya sang legenda.
Seluruh tenant FKB beroperasi setiap hari. Pada Senin hingga Kamis, festival buka pukul 15.00-22.00 WIB. Jumat dan Sabtu pukul 11.00-23.00 WIB, sedangkan Minggu dan hari libur nasional pukul 11.00-22.00 WIB.
Khusus Minggu, 6 September 2026, seluruh tenant akan dibuka lebih awal mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Festival Kuliner Bandung juga didukung akses yang mudah melalui Exit Tol Gedebage KM 149. Pengunjung dari luar kota dapat memanfaatkan Kereta Cepat Whoosh dan fasilitas shuttle gratis dari Stasiun Whoosh menuju Summarecon Mall Bandung.
Pengguna Kereta Cepat Whoosh juga berkesempatan mendapatkan potongan harga 20 persen selama mengikuti ketentuan yang berlaku.
Festival Kuliner Bandung Vol. 3 menjadi pilihan wisata kuliner sekaligus hiburan bagi masyarakat Bandung dan wisatawan dari luar kota untuk menikmati ragam kuliner legendaris dalam satu destinasi.
Kalau mau, saya juga bisa ubah naskah ini menjadi format berita TV iNews lengkap dengan lead presenter, VO, SOT Nandar, dan closing reporter agar siap dibacakan saat siaran. (*)
Editor: Abdul Basir