get app
inews
Aa Text
Read Next : Bulog Jabar Pastikan Ketersediaan Beras SPHP untuk Stabilitas Harga Pangan

Satgas PHMB Pantau Harga dan Stok Beras di Pasar Sederhana dan Kosambi, Ini Hasilnya

Kamis, 03 September 2026 | 10:42 WIB
header img
Satgas PHMB memantau harga beras di Pasar Kosambi, Kota Bandung. (FOTO: AGUS WARSUDI)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga dan Mutu Beras (PHMB) Jabar menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sederhana dan Kosambi, Kota Bandung, Kamis (3/9/2026). Hasil sidak, satgas memastikan harga beras yang beredar di pasar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. 

Selain stabilitas harga dan mutu, satgas gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Polda Jabar), Perum Bulog Kantor Wilayah Jabar dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu juga memastikan ketersediaan atau stok beras di Jawa Barat aman hingga 2027.

"Dari dua titik yang kami lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai HET. Harga beras medium Rp13.500 per kilogram dan premium Rp14.900 per kilogram. Beras SPHP sesuai ketentuan Rp12.500 per kilogram," kata Jhon Hendra, anggota Satgas PHMB.

Jhon menjelaskan, stok beras untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bandung aman untuk beberapa bulan ke depan. 

Bulog telah mengantisipasi kekhawatiran kendala produksi akibat musim kemarau panjang melalui akselerasi penyerapan gabah petani sejak awal tahun.

"Terkait musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan dengan menyerap gabah petani. Per hari ini tembus di angka 640.000 ton," ujarnya.

Ke depan, tutur Jhon, pada September-November 2026, akan musim panen. Sehingga bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan. 

"Insya Allah dengan stok beras di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027," tutur Jhon.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Jabar Yuliani Alzam menegaskan komitmen untuk selalu menyalurkan beras sesuai ketentuan harga resmi pemerintah. 

"Untuk penjualan dari kami, beras premium tetap di harga Rp14.900 dan SPHP di Rp12.500 per kilogram," kata Yuliani. 

Dia menjelaskan, memang banyak pedagang membeli beras dari petani atau mitra lain, sehingga harga menjadi fluktuatif.

"Kami tidak bisa mengintervensi langsung. Tetapi jika stok itu bersumber dari Bulog, harga kami pastikan sesuai HET pemerintah," ujarnya.

Yuliani menuturkan, guna mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan perumahan, Bulog Jabar aktif mendukung ekstensifikasi pembukaan lahan sawah baru di daerah sentra produksi pangan.

"Untuk Jawa Barat, kami membuat lahan sawah baru di Karawang, yaitu, Cikepuh dan Jatiragas. Ke depan akan kami kembangkan lagi di kabupaten/kota lainnya. Termasuk rencana di Cianjur tahun depan. Kini dalam proses persiapan," tutur Yuliani.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut