Misteri Dentuman Dini Hari di Bandung Terjawab: Erupsi Menerus Anak Krakatau Capai Level Siaga
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Misteri suara gemuruh dan getaran halus yang memicu keresahan warga di Jawa Barat, Banten, hingga Lampung pada rentang Jumat malam sampai Sabtu dini hari akhirnya mulai terkuak. Badan Geologi mengonfirmasi fenomena tersebut bertepatan langsung dengan peningkatan intensitas letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengindikasikan adanya korelasi kuat antara dentuman di pemukiman warga dengan guncangan vulkanik dari gunung yang secara administratif berada di Lampung Selatan tersebut.
"Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi G. Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," kata Lana dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Rekam jejak Gunung Anak Krakatau memang kerap memicu perhatian pasca-letusan dahsyat 1883 dan tragedi longsoran tubuh gunung penyebebab tsunami pada akhir 2018. Setelah sempat relatif tenang sejak akhir 2023, aktivitas magmatiknya kembali melonjak signifikan memasuki pertengahan tahun ini.
"Sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung hingga tanggal 5 September 2026," ujarnya.
Puncak gejolak vulkanik dilaporkan terjadi sepanjang Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Gunung api aktif tersebut melontarkan material secara nonstop yang diiringi gema gemuruh berdurasi panjang, sebagaimana terpantau dari Pos Pengamatan Pasauran, Serang.
"Pada tanggal 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunungapi Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai dengan suara gemuruh. Sampai saat ini tanggal 5 September 2026, pukul 04.40 wib masih berlangsung erupsi menerus dan masih terdengar gemuruh dari Pos PGA Krakatau Pasauran dari erupsi menerus GAK. Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus," papar Lana.
Editor : Agung Bakti Sarasa