Mengenal Konsep Green Building, Cara Sektor Bangunan Kurangi Jejak Karbon Tanpa Korbankan Ketahanan
“Kami terus mendorong inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas dan performa sesuai kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada fungsi bagi penggunanya. Bersama SIG, kami berkomitmen menyediakan material berkelanjutan agar lebih banyak konstruksi di Indonesia memperoleh kualitas, durabilitas, dan nilai tambah untuk jangka panjang,” sambung Rizki.
Efek Besar Sektor Beton Terhadap Emisi
Langkah SBI disambut positif oleh Chairperson Green Building Council Indonesia, Ir. Ignesjz Kemalawarta, M.B.A. Ia menilai transformasi pada industri material utama memiliki dampak masif dalam mempercepat transisi menuju kota rendah karbon.
“Penggunaan material konstruksi seperti beton memiliki skala yang sangat besar dalam pembangunan. Karena itu, inovasi untuk menurunkan emisi karbon dari material bangunan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat terwujudnya pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ungkap Ignesjz.
Sebagai solusi konkret, SBI telah menghadirkan lini produk khusus seperti semen rendah emisi, solusi stabilisasi tanah, hingga material inovatif seperti:
ThruCrete: Beton berpori tinggi yang mampu menyerap air hujan langsung ke dalam tanah guna mencegah banjir dan genangan.
SpeedCrete: Beton cepat kering berdurabilitas tinggi yang dirancang untuk percepatan perbaikan jalan raya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi industri dalam mendukung target jangka panjang pemerintah.
“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2050,” tutup Rizki.
Editor: Agung Bakti Sarasa