Pembangunan Halte BRT Bandung Ganggu Lalu Lintas, Petugas Diminta Siaga Seharian
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung tengah menjadi sorotan setelah pengerjaan sejumlah halte memicu keluhan warga.
Salah satu titik yang ramai diperbincangkan berada di kawasan Cicadas, Kota Bandung, karena pembangunan halte dilakukan di tengah jalan dan berdampak terhadap arus lalu lintas.
Kondisi tersebut membuat penumpukan kendaraan terjadi di sejumlah titik, terutama pada jam-jam sibuk. Warga yang melintas harus menghadapi penyempitan ruang jalan selama proses pembangunan berlangsung.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pembangunan halte BRT tetap akan dikawal agar dampaknya terhadap aktivitas masyarakat tidak berlangsung terlalu lama.
Farhan mengatakan potensi kemacetan akibat pembangunan halte sebenarnya sudah diperkirakan sejak awal. Namun, kondisi tersebut dinilai hanya bersifat sementara selama pekerjaan fisik berlangsung.
Pemkot Bandung menargetkan pembangunan fisik halte dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.
“Pengerjaan ini memang sementara. Kita targetkan bisa selesai dengan cepat, sekitar dua minggu,” ujar Farhan.
Dishub Diminta Siaga di Titik Rawan Macet
Untuk mengantisipasi dampak pembangunan halte BRT Bandung terhadap lalu lintas, Farhan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) menyiagakan petugas di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan.
Petugas diminta berada di lapangan sejak pagi hingga malam hari. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu mengatur arus kendaraan selama proses pembangunan berlangsung.
Menurut Farhan, penanganan lalu lintas menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan agar pembangunan infrastruktur transportasi publik tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi masyarakat.
Selain mengatur lalu lintas, Pemkot Bandung juga meminta pengelola proyek BRT meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
Sosialisasi dinilai penting karena warga, pedagang, hingga juru parkir di sekitar lokasi perlu mengetahui tahapan dan teknis pembangunan halte.
“Saya meminta kepada BRT melakukan sosialisasi lebih masif ke seluruh warga. Karena yang tahu teknis pengerjaan semuanya BRT, kalau saya kan mewakili warga,” tegas Farhan.
Pembangunan BRT Bandung Diharapkan Ubah Transportasi Publik
Di tengah berbagai keluhan selama proses pembangunan, Pemkot Bandung tetap optimistis terhadap manfaat BRT bagi transportasi publik di masa mendatang.
Sistem BRT diharapkan mampu menghadirkan layanan transportasi yang lebih nyaman, terintegrasi, dan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melakukan mobilitas di Kota Bandung.
Namun, sebelum manfaat tersebut dirasakan masyarakat, pembangunan infrastruktur BRT masih harus melalui sejumlah tahapan di lapangan.
Karena itu, Pemkot Bandung meminta masyarakat bersabar selama pengerjaan berlangsung. Warga yang melintas di sekitar lokasi pembangunan halte juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.
Dengan target pengerjaan fisik sekitar dua minggu, Pemkot Bandung berharap gangguan terhadap arus lalu lintas dapat segera berakhir sehingga pembangunan BRT Bandung dapat dilanjutkan menuju tahap berikutnya.
Editor: Rizal Fadillah