Menanti Langkah Transfer Persib Bandung di Ujung Bursa, Isu Karim Benzema hingga Respons Manajemen
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Menjelang ditutupnya jendela transfer Indonesia Super League musim 2026/2027 pada 30 September mendatang, rumor seputar aktivitas belanja pemain Maung Bandung kian memanas. Berbagai spekulasi mengenai amunisi anyar berhembus kencang, mulai dari lini belakang hingga sektor depan.
Rumor sektor penjaga gawang sempat mengemuka mengingat kedalaman skuad saat ini hanya mengandalkan Teja Paku Alam, kiper muda Fitrah Maulana, serta talenta akademi M Rakha Syafaka Bilhuda. Pos penjaga gawang asing peninggalan Adam Przybek asal Wales juga masih lowong. Kendati demikian, opsi mendatangkan kiper impor terkendala regulasi karena kuota sebelas pemain asing Maung Bandung telah terisi penuh, sehingga manajemen harus melepas salah satu ekspatriat jika ingin merekrut nama baru.
Alih-alih posisi penjaga gawang, perbincangan publik dunia maya justru ramai membahas potensi kedatangan striker haus gol untuk memberi persaingan sehat bagi Balsa Sekulic. Spekulasi ini bahkan mengaitkan klub dengan mantan penyerang klub raksasa Spanyol Real Madrid asal Prancis, Karim Benzema.
Menanggapi berbagai dinamika tersebut, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan menyatakan bahwa keputusan teknis sepenuhnya berada di tangan staf pelatih, sementara jajaran direksi dipastikan siap memberikan dukungan penuh. Di sisi lain, pelatih kepala Igor Tolic mengaku belum memegang kepastian perihal rencana perekrutan tersebut.
"Ya, saya tidak memiliki informasi apa pun tentang pemain baru, tetapi jika dia dikatakannya, anda bisa bertanya padanya, itu lebih baik," ujar Igor usai mendampingi kesebelasannya membungkam Persijap dengan agregat 1-2 di Jepara.
Di tengah desakan suporter agar klub segera memperkuat kedalaman skuad, Adhitia memberikan pandangannya mengenai kompleksitas meramu komposisi tim. Menurutnya, menambah penggawa baru tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa memperhitungkan keharmonisan internal tim.
"Saya selalu bilang di beberapa acara kan, bahwa managing locker room itu enggak semudah itu," ujar Adhitia, Senin (21/9/2026).
Ia mengibaratkan dinamika ruang ganti layaknya menjaga kenyamanan di dalam sebuah kelompok pertemanan yang sudah solid. Kehadiran figur baru dikhawatirkan justru mengganggu kestabilan emosional yang telah terjalin baik di antara para pemain.
"Terus tiba-tiba ketambahan satu satu teman yang belum tentu cocok sama kalian, yang punya potensi kemudian ngerusak locker room yang lagi hangat, jadi enggak hangat," kata Adhitia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebijakan transfer tidak sekadar menilai kemampuan individu seorang atlet, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan taktikal menyeluruh yang dipahami oleh tim pelatih dan analis.
"Sesuai dengan kebutuhan tim, enggak, tapi juga harus banyak yang dipikirin. Dan orang yang paling tahu tentang hal tersebut adalah teman-teman di sporting, baik itu Igor maupun Stanley," ujar dia.
Pihak manajemen memastikan senantiasa menyerahkan keputusan akhir kepada jajaran sporting klub. Segala opsi, baik menambah pemain baru maupun mempertahankan skuad yang ada, akan mendapatkan lampu hijau sepenuhnya dari direksi.
"Manajemen 100 persen, 200 persen, berada di belakang mereka. Mereka mau nambah, kita fine. Mereka mau dengan yang sekarang juga, kita akan support. Jadi ya, itu harus ditanyakan ke Igor sama Stanley Tapi intinya manajemen fully support," ucapnya.
Editor: Agung Bakti Sarasa