Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Sertifikat Muncul di Lahan Cihapit Bandung, DPRD Jabar Minta Pengosongan Ditunda
Advertisement . Scroll to see content

Kemarau Ancam Kabupaten Bandung, Ratusan Hektare Lahan Terbakar hingga Krisis Air Bersih Mengintai

Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB
  • author Aga Gustiana
Kemarau Ancam Kabupaten Bandung, Ratusan Hektare Lahan Terbakar hingga Krisis Air Bersih Mengintai
Data Penangan Kebakaran di Kabupaten Bandung. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dampak cuaca kering di tahun 2026 benar-benar menguji ketahanan wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan data resmi yang dipaparkan dalam rapat koordinasi rutin bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung M. Toha, Soreang, pada Selasa (22/9/2026), tercatat ada 577 insiden kebakaran yang berhasil ditangani dengan total luasan area terdampak mencapai 47,61 hektare.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, atau yang akrab disapa KDS, menegaskan bahwa ancaman iklim ini menuntut kesiapsiagaan ekstra. Pasalnya, amukan si jago merah tidak sekadar melahap kawasan terbuka, melainkan turut menyasar berbagai objek penting di tengah permukiman warga.

Dari keseluruhan total laporan, sebanyak 561 penanganan dilakukan murni di dalam teritori Kabupaten Bandung dengan luasan kerusakan mencapai 46,54 hektare, sementara 16 kasus sisanya merupakan operasi perbantuan untuk wilayah luar daerah seluas 1,07 hektare. Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi daftar musibah dengan catatan 251 kejadian seluas 43,13 hektare. Selain lahan terbuka dan semak belukar, bangunan rumah tinggal turut menjadi objek yang tak luput dari lalapan api.

Soroti Kesejahteraan dan Kesiapan Sarana Petugas

Melihat tingginya frekuensi bencana di lapangan, KDS secara blak-blakan meminta agar sistem mitigasi dan sarana pendukung dinas pemadam kebakaran segera dibenahi secara total. Peningkatan aspek kesiapan armada, penambahan titik posko, hingga kesejahteraan personel menjadi poin krusial yang disorotinya.

Orang nomor satu di Bandung tersebut bahkan mengaku prihatin setelah mendengarkan laporan terkait keterbatasan perlengkapan dasar yang melekat pada diri para petugas penyelamat.

“Saya dengar laporan, seragam petugas Damkar saja cuma punya satu. Saya minta harus terpenuhi kebutuhannya, termasuk armada juga posko damkar kita tambah,” kata KDS.

Lebih lanjut, KDS memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah periferi yang memiliki bentang geografis luas dan jarak tempuh cukup jauh dari pusat kota, seperti Kecamatan Kertasari dan Pacet. Menurutnya, percepatan waktu tanggap (response time) sangat bergantung pada pemerataan posko siaga.

Sebagai langkah konkret, KDS mendorong realisasi pembangunan Pos Damkar baru di kawasan Bojongsoang. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah mengamankan aset lahan yang siap dialihfungsikan dan pembiayaannya bisa segera dikaji melalui pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau bisa bangunkan dengan dana APBD,” ujarnya.

Ancaman Krisis Air Bersih di Depan Mata

Bahaya musim kemarau ternyata tidak berhenti pada ancaman kebakaran semata. Dalam forum rakor yang sama, KDS turut menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk sigap memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami darurat kekeringan air bersih sebelum dampaknya meluas ke tengah masyarakat.

Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul laporan penurunan drastis debit air pada sumber-sumber Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan Bandung Selatan yang anjlok hingga menyentuh angka 50 persen.

“Antisipasi wilayah mana saja yang rawan krisis air bersih,” tegas KDS, menekankan pentingnya langkah antisipasi dini berupa penyiapan armada mobil tangki distribusi air bersih agar warga tidak sampai mengalami kesulitan parah.

Akumulasi Lonjakan Kasus Sepanjang Musim Kering

Catatan berkala dari Dinas Pemadam Kebakaran mencatat tren eskalasi yang cukup mengkhawatirkan sepanjang periode kering tahun ini. Menjelang penghujung Agustus 2026, akumulasi laporan kebakaran telah menyentuh angka 468 kasus, di mana puncak tersibuk terjadi pada bulan Juli (135 kejadian) dan Agustus (134 kejadian) yang sebagian besar didominasi oleh kebakaran ilalang serta lahan kosong.

Memasuki pekan pertama bulan September saja, puluhan laporan insiden darurat kembali masuk. Rangkaian data ini mempertegas instruksi KDS agar seluruh lini birokrasi dan tim kebencanaan tidak bekerja secara reaktif, melainkan memperkuat fondasi preventif melalui pemetaan risiko yang matang serta jaminan fasilitas tugas yang layak.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut