Pemuda Bandung Didorong Jangan Takut Berbeda, Ini Cara Hadapi Konflik dan Cari Solusi
Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan gerakan bersama.
Ledia mengaitkan kondisi tersebut dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang menempatkan keberagaman sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tidak usah khawatir dengan hambatan, perbedaan bahkan masalah. Tapi yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita bisa menyiapkan problem solving,” ujarnya.
Ia mendorong anak muda untuk memiliki kemampuan mencari solusi ketika menghadapi persoalan dalam organisasi maupun komunitas.
Kemampuan menyelesaikan masalah, menurut Ledia, justru menjadi bagian penting dalam proses belajar menjadi pemimpin.
Nilai 4 Pilar MPR RI dalam Gerakan Pemuda
Dalam kegiatan tersebut, Ledia juga menghubungkan aktivitas positif generasi muda dengan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar MPR RI.
Kebersamaan dan keberagaman yang dibangun dalam komunitas dinilai dapat menjadi bagian dari praktik nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, semangat menjaga persatuan di tengah perbedaan juga berkaitan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ledia, gerakan pemuda yang positif dan memberikan kontribusi kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan nyata.
Karena itu, ia mengajak generasi muda tidak berhenti pada kegiatan internal komunitas, tetapi terus mengembangkan aktivitas yang memberikan manfaat bagi lingkungan yang lebih luas.
Editor: Rizal Fadillah