Pulihkan Warga Terdampak Bencana di Bireuen Aceh, Rumah Amal Salman-ITB Bangun Hunian Sementara
Keuchik, salah satu masyarakat setempat mengungkapkan, dengan adanya hunian tersebut, masyarakat yang telah menempatinya kini dapat kembali bekerja tanpa harus memikirkan biaya sewa maupun persoalan tempat tinggal.
“Masyarakat yang sudah menempatinya sekarang sudah aktif bekerja tanpa memikirkan lagi beban sewa ataupun tempat tinggal,” ujar Keuchik.
Pemerintah Gampong di wilayah Aceh juga akan mempertahankan manfaat bangunan tersebut dalam jangka panjang. Selama masih dibutuhkan, bangunan akan digunakan sebagai hunian. Setelah kebutuhan tempat tinggal terpenuhi, fasilitas dapat dialihfungsikan untuk kepentingan umum, seperti ruang TK, TPA atau balai pengajian, musala, dan gudang desa.
Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang menyediakan tempat berteduh, tetapi menghadirkan ruang yang memungkinkan masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman, layak, dan bermartabat.
Program ini terwujud melalui kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan Paragon, DPMK ITB, SAPPK ITB, Universitas Sumatera Utara (USU), Corporate Real Estate Management (CREM), Kahf, dan Rumah Amal Salman. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus menghadirkan fasilitas yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa pemulihan. (*)
Editor: Abdul Basir