Panggilan Kemanusiaan dari Kampus Ganesha: Mahasiswa ITB Turun Tangan Bantu Pemulihan Gempa NTT
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Tragedi gempa bumi yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik rasa simpati mendalam dari kalangan akademisi. Lewat payung gerakan ITB Peduli NTT, barisan mahasiswa Institut Teknologi Bandung tidak sekadar berpangku tangan. Mereka bergerak masif, mulai dari urun dana di selasar kampus hingga terjun langsung ke jantung lokasi bencana.
Cikal Bakal Gerakan
Langkah awal gerakan ini dimotori oleh Kementerian Koordinator Sosial Masyarakat (Kemenko Sosmas) KM ITB. Mereka bergerak cepat merangkul elemen rektorat dan Rumah Amal Salman untuk mematangkan rencana tanggap darurat.
Presiden KM ITB, Nahdah Nabillah, menegaskan bahwa aksi ini lahir murni dari kesadaran kolektif para mahasiswa.
“Berawal dari inisiasi Kemenko Sosmas KM ITB yang kemudian berkomunikasi dengan pihak-pihak lain di ITB di level rektorat dan juga Rumah Amal Salman. Dorongan terbesar tentunya karena panggilan kemanusiaan, khususnya bagi mahasiswa-mahasiswa ITB yang merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri sehingga kepedulian bertransformasi jadi aksi nyata yang perlu diwujudkan dalam kontribusi langsung membersamai saudara-saudara di NTT,” ujar Nahdah.
Kolaborasi Lintas Ormawa
Solidaritas ini menjalar cepat ke berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan kampus. KM ITB mengambil peran sebagai jembatan yang mengakomodasi seluruh donasi agar distribusinya lebih terarah.
Kemenko Sosmas KM ITB, Arfa, menyebutkan betapa antusiasnya berbagai elemen kampus dalam misi kemanusiaan ini.
“Inisiatif dari stakeholder ormawa terkait penggalangan dana pun dapat dirasakan. Keterlibatan KM ITB di ITB Peduli kami jadikan sebagai wadah bagi ormawa untuk menyalurkan bantuan yang telah dikumpulkan dari anggotanya masing-masing,” ungkap Arfa.
Sebagai langkah strategis, lima perwakilan KM ITB juga ditugaskan mendampingi Prof. Brian Yuliarto meninjau lokasi. Misi mereka jelas: memetakan kebutuhan mendesak para korban dan menjalin sinergi dengan BEM kampus-kampus lokal di NTT.
Editor: Agung Bakti Sarasa