Bukan Cuma Asal Pesan, Ini Alasan Konsumen Makin Gemar Jelajahi Menu Kuliner Digital
Dikenal Konsumen Belum Tentu Berujung Pembelian
Data Grab juga menunjukkan bahwa merek yang dicari konsumen belum tentu menjadi merek yang akhirnya dibeli.
Pada sejumlah merek besar di GrabFood, hanya sekitar 29–42% pencarian berdasarkan nama merek yang berakhir menjadi pesanan. Bahkan, di antara konsumen yang tetap melakukan pemesanan dalam sesi tersebut, sekitar sepertiganya justru memilih merek lain.
Temuan ini memperlihatkan pentingnya bagi merek untuk memenangkan dua tahap perjalanan konsumen.
Top of Mind berkaitan dengan kemampuan merek membangun kesadaran (awareness) dan pertimbangan (consideration) sebelum konsumen memiliki niat membeli. Sementara itu, Top of Cart berfokus pada upaya mempertahankan preferensi konsumen hingga merek tersebut benar-benar dipilih dan masuk ke transaksi.
Roy menjelaskan, GrabAds membantu merek memahami momen konsumen melalui data pihak pertama dan menerjemahkannya menjadi strategi pemasaran di berbagai titik interaksi (touchpoints).
Strategi tersebut mencakup iklan di dalam aplikasi Grab hingga aktivitas di luar aplikasi, seperti iklan pada armada Grab dan pembagian sampel produk (product sampling).
“Dengan pendekatan full-funnel, brand dapat membangun awareness dan consideration sebelum purchase intent terbentuk, tetap relevan saat konsumen mulai mengeksplorasi pilihan, hingga mendorong conversion ketika mereka siap membeli,” kata Roy.
Ia menambahkan, data GrabAds menunjukkan konsumen yang terpapar iklan GrabAds di GrabFood tercatat hingga 61% lebih mungkin mencari merek yang sama dalam bulan tersebut.
Editor: Agung Bakti Sarasa