Refleksi Pemilu di KPU Kota Bandung, Anas Urbaningrum Ingatkan Pentingnya Independensi Penyelenggara
Ia menegaskan bahwa bersikap apatis tidak akan menyelesaikan masalah.
"Tidak boleh lagi apatis, karena apatis itu bukan jawaban. Apatis itu pelarian, dan belum pernah ada pelarian yang menghasilkan. Tapi kalau berani terlibat, boleh jadi sekali dua kali hasilnya belum maksimal. Namun dengan proses belajar dan perbaikan, berikutnya akan ada perbaikan-perbaikan. Jadi pelarian itu bukan solusi, keterlibatan yang jadi solusi," pesannya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata menjelaskan bahwa dialog buku ini diselenggarakan sebagai ruang refleksi sejarah penyelenggaraan Pemilu 2004, di mana Anas Urbaningrum terlibat langsung sebagai komisioner.
"Urgensinya yang pertama tanggal 7 November nanti kan hari ulang tahun KPU RI menuju ke-73. Kita biasakan momen peringatan hari lahir itu adalah refleksi tentang penyelenggaraan pemilu. Nah kebetulan buku yang Mas Anas catat itu adalah perjalanan penyelenggaraan pemilu di tahun 2004," terang Khoirul Anam.
Khoirul Anam menyebutkan acara digelar secara hybrid lantaran kapasitas aula yang terbatas, namun dihadiri secara daring oleh lebih dari 300 peserta dari KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia serta masyarakat umum. Secara luring, hadir pula perwakilan mahasiswa, Kesbangpol, dan Bawaslu.
Editor: Rizal Fadillah