Refleksi Pemilu di KPU Kota Bandung, Anas Urbaningrum Ingatkan Pentingnya Independensi Penyelenggara
"Pemilu-pemilu pasca Orde Baru itu ada bagian-bagian yang kalau diteliti di masa itu sudah bagus. Nah, poinnya adalah yang bagus-bagus itu jangan ditinggalkan. Yang kurang-kurang diperbaiki sesuai dengan perkembangan keadaan baru. Dengan begitu maka proses pemilu dan segala perangkatnya bisa menjadi dasar sekaligus sebagai kontributor bagi pertumbuhan demokrasi kita," tuturnya.
Menjawab tantangan demokrasi saat ini, Anas menyoroti tiga pilar utama yang dinilai masih memerlukan pembenahan berkelanjutan. Pertama adalah independensi penyelenggara Pemilu (KPU).
Anas menekankan pentingnya menjaga kemandirian KPU dari segala bentuk intervensi politik.
"Satu adalah penyelenggaranya. Perintah konstitusi, KPU itu adalah KPU yang mandiri dan independen. Jadi semua pihak yang berkepentingan mesti respect dengan prinsip ini. Jangan diganggu-ganggu independensi KPU ini. Kadang-kadang kan ada intervensi atau minat untuk mengurangi independensi KPU," tegasnya.
Kedua adalah kapasitas dan kesadaran politik masyarakat. Menurutnya, kunci pemilu yang demokratis berada di tangan rakyat yang memiliki kesadaran dan kapasitas politik tinggi.
Editor: Rizal Fadillah