Jawa Barat Pertahankan Puncak Wisata Ramah Muslim Indonesia, Incar Peluang Pasar Global
Pengakuan internasional terhadap potensi pariwisata ramah Muslim Jawa Barat juga datang lebih awal pada Juni 2026. Dalam ajang Halal In Travel Global Summit di Singapura, Jawa Barat dianugerahi gelar Most Promising Muslim-Friendly Region of the Year pada GMTI Awards. Penghargaan ini diberikan khusus kepada wilayah di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang memperlihatkan progres paling menjanjikan dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim.
Keberhasilan Jawa Barat terjadi di tengah lonjakan pesat pasar pariwisata ramah Muslim global. Berdasarkan data Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, kunjungan wisatawan Muslim internasional mencatatkan angka 196 juta pergerakan pada 2025. Jumlah tersebut diproyeksikan melonjak hingga 262 juta pergerakan pada 2030, dengan nilai belanja wisatawan menembus US$310 miliar atau sekitar Rp4.960 triliun per tahun (dengan estimasi kurs Rp16.000 per dolar AS).
Pada pemeringkatan GMTI 2026 tingkat global, posisi puncak masih ditempati Malaysia. Sementara itu, Indonesia melesat ke peringkat kedua, berbagi posisi bersama Arab Saudi dan Turki. Sebagai pembanding persaingan di kawasan, data resmi Malaysia mencatat kunjungan 5,4 juta wisatawan Muslim internasional pada 2024 dengan total belanja mencapai RM19,54 miliar atau sekitar Rp70,3 triliun (dengan asumsi kurs Rp3.600 per ringgit). Angka kedatangan wisatawan Muslim ke Malaysia tersebut terus meningkat hingga menyentuh 9,7 juta kunjungan pada 2025.
Peringkat kedua global yang diraih Indonesia menunjukkan modal besar yang dimiliki bangsa ini, mulai dari kekayaan alam, keanekaragaman budaya, sajian kuliner, hingga variasi destinasi. Kendati Indonesia mencatatkan total 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, pencatatan spesifik mengenai proporsi jumlah dan nilai belanja wisatawan Muslim internasional di tingkat nasional masih memerlukan pendataan yang lebih terintegrasi.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar