Bukan Cuma Mengaji, Santri Ternyata Punya Jejak Besar di Perfilman Nasional
Riri Riza Harap PKB Jadi Fasilitator Kebudayaan
Sutradara Riri Riza menilai seni dan kebudayaan, termasuk sinema yang ia geluti, merupakan bagian dari upaya kebudayaan yang sudah lama dirintis bangsa Indonesia. Ia berharap partai politik ikut mendukung perkembangannya.
“Mudah-mudahan PKB dapat mengambil peran sebagai fasilitator kebudayaan yang mendukung perkembangan seni dan sinema Indonesia agar terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Riri.
Acep Zamzam Noor: Santri Bukan Sekadar Identitas
Penyair Acep Zamzam Noor menilai diskusi bertema kebudayaan dalam peringatan Hari Santri ini menarik, karena tema tersebut kerap terlupakan oleh partai politik.
“Karena pembicaraan kita tadi membuka banyak hal, terutama mengenai kebudayaan yang mungkin selama ini sering dilupakan oleh partai-partai politik,” ujar Acep.
Menurut Acep, santri dan kebudayaan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Santri merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia yang berbasis pesantren.
“Yang terpenting bukanlah kesantrian dalam arti formal, melainkan bagaimana nilai-nilai yang dimiliki oleh santri dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Santri bukan sekadar identitas, melainkan juga mentalitas dan karakter,” paparnya.
Sujiwo Tejo: Adab Tak Diajarkan di Universitas
Budayawan Sujiwo Tejo menyoroti nilai yang menurutnya hanya bisa didapat di pesantren, yakni adab.
“Hal yang tidak diajarkan di perguruan tinggi umum adalah adab. Di pesantren, ada adab. Bagaimana membukakan pintu untuk orang lain, bagaimana bersikap ketika melewati orang tua, dan sebagainya. Hal-hal seperti itu tidak diajarkan di universitas,” kata Sujiwo Tejo.
Karena itu, ia menilai keberadaan pesantren dan santri tetap penting, meski sebagian orang menganggap tradisi tersebut kolot.
“Mungkin bagi orang lain itu dianggap feodal, tetapi justru di situlah letak pentingnya. Ilmu bisa didapatkan dari Google dan sebagainya, tetapi ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang barokah,” pungkasnya.
Editor: Rizal Fadillah